Rejeki Sudah Ada Yang Atur! Kamu Percaya?

Ceritanya begini… Saya punya kelompok belajar bikin toko online. Kami setiap Sabtu selalu “ngumpul” di rumah saya atau kadang di kampus untuk memperdalam bisnis toko online. Pada awalnya gak ada yang paling jago. Semua berangkat dari start yang relatif sama, meski bukan mulai dari nol. Karena mulai dari nol udah jadi tagline SPBU. Hehehe

Kami beri nama kelompok kami ini dengan nama AGC Holic. AGC itu kependekan dari Auto Generate Content. Apa itu? Silahkan googling aja.

Sekarang ini udah sekitar 6 bulan berjalan. Dari 6 anggota tergolong awalun, tidak semuanya berhasil. Ada yang sibuk karena ngurus toko offline nya… Termasuk saya yang gagal karena (sok) sibuk urusan dunia lain. ^_^

Tapi apakah teman saya yang ngurus toko offline jadi gagal dalam bisnisnya? Ya tidak… Dia gagal di toko online, tapi sukses di toko offline. Kenapa? Ujung-ujungnya karena Rejeki sudah ada Yang Atur!

Meski tidak berhasil di toko online, tapi saya belajar banyak hal. Yang pertama ya itu tadi, rejeki itu sudah ada Yang Atur. Teman-teman yang berhasilpun rejeki omzet dan profitnya tidak sama. YAng tidak berhasil di toko online, sebenarnya berhasil di tempat lain. Jadi beneran, rejeki itu sudah ada Yang Atur.

Kedua, karena rejeki sudah ada Yang Atur, maka saya jadi tidak berani meremehkan pekerjaan atau bisnis orang lain sekecil apapun itu. Karena kalau saya sampai meremehkan pekerjaan atau bisnis orang lain, berarti saya juga meremehkan Sang Pemberi Rejeki. Berani?

Yang ketiga, dan ternyata toko online itu bukan bisnis yang sepele lho. Salah satu teman saya yang masuk dalam gank AGC Holic, punya omzet lebih dari XX juta per bulan. Pernah saya ngelisting rumah kost harga 1,6 milyar, dengan penghasilan bersih skitar X juta. Bandingin dengan punya toko online modal 6 juta (berikut tools dan sewa server serta penggunaan internet) dengan omzet XX jtaan, profit X jtaan. Pilih mana? (note : milih manapun tidak ada yang salah. Kan rejeki sudah ada Yang Atur. Bener?)

#RenunganPagi

Ruko Vs Kulineran #CurcolanDiFesbuk

Tanggal 27 Agustus lalu, saya berkesempatan mengisi materi tentang bisnis properti kepada sekitar 80an peserta. Setelah selesai acara, salah satu peserta menghampiri dan bertanya.

“Mas, saya ada tanah di Jalan Anu di Jogja. Skitar 500m2. Depan kampus Anu. Nah bapak saya ngasih saya tanah itu. Disuruh bangun ruko. Tapi saya gak ada uang sebanyak itu untuk bangun ruko. Bisa gak ya kerjasama dengan investor.”, tanyanya Read More

Kemampuan Rata-rata Orang Indonesia Membeli Rumah Berdasar GDP Indonesia Tahun 2015

Kemampuan Rata-rata Orang Indonesia Membeli Rumah Berdasar GDP Indonesia Tahun 2015
Kemampuan Rata-rata Orang Indonesia Membeli Rumah Berdasar GDP Indonesia Tahun 2015

Data di WorldBank menunjukkan bahwa GDP (Gross Domestic Product) Indonesia sekitar 861 milyar dollar pada tahun 2015. Bila dibagi 250 juta penduduk Indonesia, berarti per kepala memiliki penghasilan 3.447 USD per tahun. Kurs Dollar hari ini 13ribuan, berarti pendapatan per kapita Indonesia berkisar 44,8jutaan per tahun atau 3,7jutaan per bulan. Read More

3 Kriteria Bikin Logo

3 Kriteria Bikin Logo
3 Kriteria Bikin Logo

Kata branding dalam beberapa tahun terakhir ini lumayan populer. Padahal jaman saya kuliah marketing dulu, kata branding ini jarang disebut. Branding itu kata kerja dari kata dasar Brand. Sedangkan dalam bagian branding, ada yang namanya brand identity. Di dalamnya ada LOGO. Karena branding itu kegiatan menanamkan brand ke dalam benak konsumen, dan logo menjadi bagian di dalamnya. Read More

Bikin Properti Jadi Produktif

langit kacaAwal bulan Mei 2016 ada libur panjang. Libur panjang ini dimanfaatkan untuk liburan (ya iya lah). Beberapa perkumpulan mengadakan gathering atau reuni. Termasuk rekan-rekan saya waktu SMA. Tapi bukan ini yang mau saya ceritakan.

Nah salah satu rekan saya SMA, namanya Merlita, meminta tolong ke saya untuk mencarikan hotel untuk dia dan keluarganya menginap. Tepatnya 2 hari sebelum kedatangannya ke Jogja. Untung saya pas di Jogja, Read More