Properti – Sektor Riil – Obat Krisis Ekonomi

Banyak orang khawatir dengan krisis global. Turunnya perekonomian di Amrik mengakibatkan peningkatan pengangguran.Peningkatan pengangguran ini mengakibatkan kegagalan bayar pada supreme mortgage (KPRnya Amrik) dan berujung kepada bangkrutnya Lehmans Brother. Diikuti kebangkrutan JP Morgan Amrik dan CITI Group yang berefek kepada kepanikan pasar modal di seluruh dunia yang ramai-ramai menjual saham dengan murah. Pasar saham dunia anjlok. (IHSG diprediksikan menembus di bawah 1000 poin; baca detikfinance.com).

Di Indonesia malah diikuti dengan kenaikan BI Rate menjadi 9,5% yang mengakibatkan suku bunga kredit naik sampai dengan 1%-3%. Persyaratan uang muka KPR yang dulu bisa 10%, sekarang wajib 30%. Perjanjian KPR Inden yang ada diperketat. Jelas hal ini merugikan sektor riil terutama properti. Continue reading

Krisis di Amerika, Imbasnya Ke Properti Indonesia

Amerika mengalami gejolak ekonomi. Bailout Plan (BLBI versi Amerika) ternyata juga gagal mengembalikan kepercayaan perekonomian Amerika. Hasilnya bursa saham dunia anjlok. Tak terkecuali Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sampai dengan hari ini, 9 Oktober 2008, masih suspend. Tiba-tiba banyak orang miskin akibat penurunan IHSG sampai dengan 140 poin.

Imbas terhadap BI Rate / SBI adalah peningkatan menjadi 9,50%. Padahal Bank Central negara lain justru menurunkan suku bunganya. Kata pakar bursa saham di Indonesia, ini karena Indonesia bergantung dari impor. Jika SBI tidak naik, maka harga-harga akan mahal dan terjadi inflasi karena mahalnya dollar. Pilihan yang pahit! Pertanyaan saya adalah tidak adakah cara lain? Jawabnya sistem perekonomiannya yang bobrok. Duh! Continue reading