Teori 21 Kali

Pertama kali saya bertemu teori 21 kali ini ketika saya belajar hipnosis dan motivasi diri. Kira-kira tahun 2009. Banyak ditemukan di buku-buku self hipnosis dan motivasi dan juga di seminar-seminar, bahwa bila kita memiliki afirmasi, ucapkanlah dengan bersungguh-sungguh selama 21 hari berturut-turut menjelang tidur dan selepas bangun tidur. Di depan kaca, di setiap kesempatan yang ada. Maka dalam 21 hari, akan ada “keajaiban” yang datang. Bahkan kurang dari 21 hari. Konon begitu. Saya pun membuktikan berkali-kali. Bila lebih dari 21 hari pun, itu mungkin karena saya yang kurang bersungguh-sungguh. Read More

Pengalaman Pribadi Tentang Radiasi Handphone

Pertama kali terjadi antara tahun 2009-2010, waktu itu saya menerima panggilan telepon dengan handphone kurang lebih selama 15 menit. Kepala langsung pusing, kepala bagian kanan terasa memanas, mual-mual rasanya ingin muntah.
Kemudian terjadi lagi beberapa kali, ketika menerima panggilan lebih dari 2-3 menit terutama ketika menggunakan telinga kanan untuk mendengar. Sakit! Sampai sekarangpun kalau menerima telepon lebih dari 2-3 menit, sisi kanan bagian kepala rasanya seperti lebam-lebam gitu.
 
Untuk mengurangi rasa sakit, awalnya saya beli bluetooth mic speaker yang ditempel di telinga. Biar keren kayak esmud. Hehehe. Tapi podo wae alias sama saja. Malah lebih cepat terkena sakitnya. Kemudian saya ganti pake headset. Cuma kerap ilang dan kurang praktis. Hehehe
 
Sampai-sampai saya malas sekali mengangkat panggilan telepon. (sampe sekarang sih). Sampai-sampai saya dianggap menghindari panggilan telepon dari seseorang.
 
Karena itu, saya datang ke dokter ahli THT. Pak dokter bilang, “Kalau telinganya gak papa ini.”
 
“Tapi kenapa saya kesakitan pingin muntah kalau menerima telepon?”, tanya saya
 
“Mungkin Anda harus ke dokter ahli syaraf.”
 
Saya sih gak memutuskan untuk ke dokter syaraf. Takut ketahuan penyakitnya yang macem-macem itu. Duuuuh!
 
—————-
 
Pagi tadi dapat kiriman dari ustad Sjah Al Janiq tentang bahaya radiasi handphone. Mengingatkanku pada peristiwa di atas. Apalagi karena sampai sekarang, masih kerap sakit atau mual karena menerima panggilan telepon dalam durasi lama, terutama di telinga bagian kana.
 
Karena video kiriman beliau melalui WA dan saya agak kesulitan memindahkan ke facebook, maka saya carikan video sejenis via youtube. Takut juga nih kalau ini kanker otak. Semoga sih tidak. Rabighfirli…
 
https://www.youtube.com/watch?v=OXrYcF18XiM

 

Ke Lamongan, Main Ke Proyek Kang Dimas

Sebelum berangkat ke Lamongan, saya mencoba mencari tahu tentang Lamongan. Berbekal teknologi internet dan mesin pencari, saya ketikkan kata “Lamongan” di Google Trends. Walhasil, 4 kata kunci yang terkait dengan Lamongan dari 5 kata kunci perdana yang disediakan adalah terkait dengan Soto Lamongan.

Sepertinya Soto Lamongan sudah menjadi semacam brand bagi kota Lamongan. Seperti Jogja dengan gudegnya, Semarang dengan Lumpianya, dll. Read More

Ruko Vs Kulineran #CurcolanDiFesbuk

Tanggal 27 Agustus lalu, saya berkesempatan mengisi materi tentang bisnis properti kepada sekitar 80an peserta. Setelah selesai acara, salah satu peserta menghampiri dan bertanya.

“Mas, saya ada tanah di Jalan Anu di Jogja. Skitar 500m2. Depan kampus Anu. Nah bapak saya ngasih saya tanah itu. Disuruh bangun ruko. Tapi saya gak ada uang sebanyak itu untuk bangun ruko. Bisa gak ya kerjasama dengan investor.”, tanyanya Read More