Sayapun Tertohok Dengan Buku Ini

Beberapa waktu lalu saya menulis artikel dengan judul Syariah Sebagai Semiotika, Bukan Sekedar Label Pada Properti. Artikel tersebut mendapat respon yang sangat antusias. Sesuatu hal yang udah jarang banget terjadi di blog saya ini. Hehehe. Dibagikan lebih dari 200 kali di Facebook, pengunjung web naik 800% alias 8 kali lipat dari biasanya.

(more…)

Tanya Jawab Tentang Griya.ID

Beberapa orang sempat menanyakan hal ini kepada saya tentang Griya.ID . Pertanyaannya tipikal seperti ini.

Tanya : Mas Aryo, Griya.ID itu agency nya mas Aryo?

Jawab : Griya.ID itu bukan agency properti, tapi sebatas situs promosi yang saya kelola. Ibarat toko online seperti Lazada. Dagangannya milik orang atau agen lain, tapi bekerjasama dengan saya dipasang di Griya.ID. Tapi beda jauh seperti marketplace ya yang bisa posting sendiri. (more…)

SekolahPropertiMu.com, Membangun Gerbang Peradaban

Dalam sebuah kesempatan, Wakil Presiden RI Bapak H. Jusuf Kalla menyampaikan bahwa 1 persen penduduk menguasai 50 persen aset bangsa (Merdeka.com, 13 Januari 2016).

Hal senada pernah pula disampaikan oleh Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Hafid Abbas bahwa sebanyak 74 persen tanah di Indonesia dikuasai oleh 0,2 persen penduduk. Dalam hal ini, Hafid mengutip laporan Bank Dunia pada 15 Desember 2015 (CNN Indonesia, 15 September 2016). (more…)

Yuk Pake Linux Yuk!

Saya sudah berkenalan dengan Linux sebenarnya sejak tahun 2006-2007. Ketika itu beberapa kawan jurnalis antara lain mas Farid Gaban dan kang Asep Saefullah datang ke Cirebon. Misinya bukan memperkenalan linux, tapi kebetulan kang Asep Saefullah ini linuxer, jadi sempat ngobrolin tentang Linux. (more…)

Ke Lamongan, Main Ke Proyek Kang Dimas

Sebelum berangkat ke Lamongan, saya mencoba mencari tahu tentang Lamongan. Berbekal teknologi internet dan mesin pencari, saya ketikkan kata “Lamongan” di Google Trends. Walhasil, 4 kata kunci yang terkait dengan Lamongan dari 5 kata kunci perdana yang disediakan adalah terkait dengan Soto Lamongan.

Sepertinya Soto Lamongan sudah menjadi semacam brand bagi kota Lamongan. Seperti Jogja dengan gudegnya, Semarang dengan Lumpianya, dll. (more…)