Hingar bingar demo mahasiswa tanggal 23-24 September 2019, throw me back di tahun 1996-1998 kala masih menjadi mahasiswa di UGM. Aku sih bukan aktivis, tapi kalo ada demo, aku ada beberapa kali sempat mengikuti.

Belajar Demo Pas Ospek dan Jadi Orator Bisu

Dulu jaman aku masuk UGM. Salah satu ospeknya itu demo keliling kampus. Aku semangat banget pokoknya. Trus bikin poster pake karton, trus ada sandal jepit, aku lem di karton. Aku tulisin pake cat merah. (Lupa tulisannya apa)

Mungkin karena poster aku yang paling beda. Aku disuruh jadi orator pas nyampe kampus Fisipol.

Di situ aku gak bisa ngomong apa2. Plegak pleguk.

hahahahha

Ketemu Tetangga Yang Jadi Intel

Pas pada salah satu demo 98, aku datang belakangan karena masih ada kuliah. Trus berada di barisan belakang dong. Lebih tepatnya ikutan nongkrong2 di belakang sih. Ndilalahnya kok liat tetanggaku yang aparat yang sedang nginteli temen2 yang lagi pada demo. Hehehe… Karena sungkan ama tetangga (tetangga beda kampung sih). Akhirnya aku memilih masuk ke Gelanggang Mahasiswa. Nongkrong di Teater Gadjah Mada. Ngopi2, udud2, gitar2an ama mas Marwan Er.

Nyaris Kena Penthung dan Ngumpet di Toilet

Aku rada lupa demo yang kapan. Sebagai simpatisan demo, aku sering hadir di demo2 yang diadakan mahasiswa UGM. Nah di suatu demo, ada sedikit keributan. Tapi aku pikir cuma ribut sebentar dengan aparat. Bagian depan pada lempar2an batu. Biasanya setelah dikejar dan ada tembakan gas air mata. Demo bubar.

Aku kembali ke Gelanggang Mahasiswa.

Sedang santai-santai, ada wartawan luar negeri masuk mewawancara mahasiswa. Lagi asyik diwawancara, pintu belakang gelanggang dimasuki aparat berbaju hijau-hijau. Sontak kalang kabut. Termasuk aku yang lari dari belakang menuju aula depan.

Yang pernah ke Gelanggang Mahasiswa, kebayang kan pintu akses ke aula. Kira2 selebar 2-4 pintu. Bayangpun, ada puluhan berjubel ingin masuk ke aula dan di belakangnya kami aparat lengkap dengan pentungannya.

“Duh bakal bocor ni kepala ku”, batinku saat itu. Sambil mendorong-dorong orang2 di depanku. Ndilalahnya aku rada di pinggir. Sedangkan yang kena penthung yang berada di tengah.

Finally bisa lolos dari pintu dan masuk ke aula. Aku sih asal berlari dan akhirnya masuk ke toilet dekat aula. Aku bersembunyi dengan beberapa mahasiswa yang tak saling kenal di dalam toilet yang sempit dan pengap itu.

Udah kebayang bakal digelandang di kantor anuan. xixixi.

Selang 15 menit. Pintu toilet diketuk. “Sudah aman. Sudah aman!”

Akhirnya kami keluar toilet. Aku bergegas pulang. Deg2an dan ngos2an. Naik bis jalur 11. Asal dapet bis. Biasanya sih naik bis jalur 2. Wis pokoke asal menjauh dari kampus.

Beda Dengan Demo Sekarang

Demo mahasiswa sekarang, posternya keren dan lucu. Ada nuansa kecerdasan. Berbalut skill copywriting tingkat dewa dan marketing. Coba liat aja poster-poster lucu saat demo mahasiswa kemaren berikut ini yang aku dapat dari medsos.

Btw MUTUALAN itu apaan sih? Aku kok gak gitu ngerti yak.

Categories: #SeriSeru

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: