“Antum beneran mau bisnis developer properti?”, tanyaku pada kawan yang pingin bisnis properti.

“Iya sepertinya menarik. Lagipula ada lahan dari orang tua yang bisa diolah.”, jawabnya

“Ngapain lahan ortumu dijual? Kan sayang tuh. Besok2 belum tentu bisa beli lagi.”, selidikku.

“Ana harus bayar hutang. Kalo cuma dijual gitu aja, duitnya dikit mas. Apalagi lahannya kan luas. Jarang orang mau kalo bukan untuk dikembangkan jadi perumahan”, jawabnya

“Tapi kl kamu bikin perumahan, repot lho. Kamu harus bikin PT. Harus balik nama dulu ke PT mu itu. Otomatis bayar pajak jual beli. Belum lagi perijinannya, belum tentu cepet. Belum apa2 udah keluar duit banyak. Padahal kamu lg banyak hutang. Gimana tuh modalinnya?”, kataku menggali lebih dalam

“Kan kata antum bisa tanpa modal tuh.”, jawabnya sembari seperti memancing jawaban dari aku.

“Ya itu bisa. Tapi jangan polos2 amat lah. Tanpa modal itu mustahil. Yang ada itu pake modal orang lain. Tapi antum harus kuasai ilmunya dulu, ada eksperience akan sangat membantu. Meski yang namanya keberuntungan itu gak bisa diteorikan sih. Sapa tau antum ketemu investor untuk modalin bisnis developer antum ini.”, jawabku

“Jadi gini syeh, ana ke sini untuk belajar ke antum.”, pintanya

“Ana sebenarnya udah gak banyak ngomong tentang developer properti sejak 2014 lalu. Antum belajar aja ke mentor2 yang lagi punya workshop developer properti.”, jawabku ngeles.

“Jadi gimana dong kl ane pingin belajar ke antum?”, desaknya

“Ana ada program pendampingan proyek. Tapi syaratnya rada berat. Karena antum harus ada tanah ….”

“Ana kan ada tanahnya.”, selanya

“Iya. Benar. Tapi gak cuma itu. Antum juga harus siap bangun teamwork. Karena di bisnis developer properti itu butuh kerjasama tim yang super. Superteam! Gak ada judulnya Superman.”

“Trus?”, selanya lagi

“Antum harus paham basic bisnis developer properti. Kl belum paham, ana sarankan ikut workshop2 atau seminar2 di luar sana. Minimal 2-3 workshop lah. Biar ilmunya bisa di-mix. Nanti ana bantu nge-mixnya di pendampingan.”, jelasku padanya

“Ada buku yang bisa ana baca gak?”, tanyanya

“Buku properti itu banyak kayaknya. Ana koleksi beberapa sih. Coba ke toko buku. Ana beli yang murahan, tapi juga beli dari yang dikarang para mentor properti.”, jawabku.

“Trus langkah ana gimana nih?”, tanyanya

“Antum istikharah dulu aja syeh. 2-3 hari ini. Syukur2 udah dapat jawaban. Klo memang udah yakin banget ama bisnis ini, antum kontak ana lagi aja. Ana mau bantu, tapi antum harus punya niat yang kuat.”, jawabku.

“Baik syeh,”

Kemudian dia berpamitan segera pulang.

Dan aku terbangun. Ternyata cuma mimpi.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: