Branding, meskipun Mas Jay Baer bilang kalok branding itu seni menyetarakan, mensejajarkan (aligning) antara apa yang Anda inginkan orang lain berpikir tentang Anda, usaha Anda dan atau produk Anda dengan apa yang orang lain pikirkan tentang itu semua. Tapi saya lebih merasa gampang kalok branding itu ya tentang penamaan, simbol, desain tentang usaha atau produk.

Targetnya branding adalah mudah dikenal, bisa naikin value bisnis, nambah pelanggan, bikin bangga yang pake, creates trust, bantuin atau mempermudah iklan.

Tapi bener, kita perlu tahu apa persepsi orang lain tentang bisnis atau produk kita. Dan perlu mengusahakan agar apa yang kita deskripsikan tentang bisnis atau produk itu beneran sampai ke orang lain.

Nah mengusahakan apa yang kita deskripsikan agar sampai ke orang lain itu adalah kegiatan Marcomm alias Marketing Communication. Di dalamnya ada “arsiran” tentang branding, program promo, target market, desain promo, channel distribusi.

Ujung2nya ya marketing. Ujung2nya ya jualan.

Yang sering saya lihat adalah banyak temen2 saya itu “kesusu” promosiin branding daripada produk padahal pemain baru. Misalnya gini :

Iklan A : Kinara Puri – Dekat Exit Tol
Iklan B : Citra Raya – 500 m dari Exit Tol

Ini namanya marcommin Brand. Kira2 mana yang lebih nancep di benak antum2 semua. So simply, orang di luar sana mudah menangkap brand Citra Raya. Karena brand nya udah keren. Brand recognitionnya udah manteb. Karena brand awarenessnya udah jadi.

Mungkin akan beda hasilnya ketika iklannya berubah begini :

Iklan A : Dekat Exit Tol, Rumah 200 Jutaan.
Iklan B : Citra Raya – 500 m dari Exit Tol.

Nah di sini inilah letak peran Marcomm itu yakni memilah, memilih, mana yang perlu ditonjolkan.

——

“Ah kamu sok pinter, Yok!”

Eh enggak sih, saya fakir ilmu. Ini cuma mo jualan ABADRekan.com aja. Mampir gaes!


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: