Go 100% Linux

Di ASUS ku yang ini kubenamkan Kubuntu, distro Linux flavour Ubuntu yang konon dapat bekerja dengan baik di notebook yang berkecepatan rendah.

ASUS X201E ini berprosesor Intel 1,1 Ghz x 2. Aku juga gak paham2 banget. Tapi RAM nya 4 Giga (sudah upgrade dari 2 Giga). Yang jelas, sewaktu menggunakan OS Win7, sudah terasa berat.

Di dalamnya aku install WPS Office sebagai pengganti MS Office. Inkscape sebagai penganti Corel. GIMP sebagai pengganti Photoshop. Gthumb untuk minor edit foto atau gambar. Parole sebagai pemutar video dan audio.

Untuk video editor sengaja tidak aku install karena ya memang sepertinya prosesor dan ram nya tidak bakal mendukung.

Oh ya… aku juga install Spotify. You know lah Spotify untuk apaan. Juga install Telegram Desktop, WhatsDesk untuk mengakses WhatsApp pada desktop, Instagraph untuk membuka instagram pada desktop.

So whats the point?

Pertama, kalau kamu punya notebook yang udah lemot banget tapi ya minimal ram nya masih 2 giga dan minimal celeron lah. Mending kamu ubah OS jadi Linux yang enteng.

Kedua, kalo fungsi2 penggunaan notebook cuma untuk ngetik, edit2 foto dikit, online, kamu tidak akan kesulitan pindah ke OS Linux.

Ketiga, ya daripada daripada nih kamu pake bajakan. Eee ndilalahnya pas laptop dibawa lewat bandara dan ndilalahnya dicek keaslian OS nya.

Keempat, di Linux itu banyak opensource nya alias gratis. Coba deh bayangin kalo kamu pake OS yang itu. Itunya aja udah bayar jutaan. Belum software untuk ngetiknya, ngedit photo, bikin grafis. Bisa2 lebih mahalan softwarenya daripada laptop kamu. Nah di Linux, nyaris nol rupiah.

Kelima, saya dulu juga bingung waktu pertama kenal Linux. Tapi taaruf jalan terus. Komunitasnya banyak. Tutorialnya bertebaran. So bisa ala biasa.

Sekarang di ruang kerja kecil saya, ada 4 pc yang kesemuanya sudah Linux based. Go 100% Linux!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *