Optimis Dorong Sektor Properti Dengan Relaksasi LTV [Liputan di SekolahPropertiMU.com]

SekolahPropertiMU.com – Kebijakan baru mengenai Loan To Value telah dibahas oleh Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur BI tanggal 27-28 Juni lalu. Kebijakan baru ini menurut Gubernur BI Perry Warjiyo adalah langkah untuk mendorong kemudahan pembiayaan sektor properti.

Dengan adanya relaksasi LTV ini, bank dapat memberikan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) 100% atau dengan kata lain, rumah dapat dibeli tanpa uang muka. Sedianya relaksasi LTV ini akan diberlakukan mulai 1 Agustus 2018.

Aryo Diponegoro, pemateri Sekolah Properti Muhammadiyah menyambut baik dengan adanya relaksasi LTV ini serta mensepakati bahwa rencana ini adalah rencana bagus untuk mendorong sektor properti yang cenderung melambat dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, perlu mewaspadai beberapa hal.

“Ya sebenarnya isitlah tanpa uang muka itu hal yang sudah banyak dilakukan oleh para pengembang di Indonesia. Pengembang dengan sangat mudah mengkonversi diskon pembelian unit untuk mengurangi uang muka. Ada juga metode lainnya.”, kata Aryo.

Aryo mengakui bahwa tanpa uang muka atau dp 0 rupiah adalah strategi ampuh menarik calon pembeli. Namun menurut pengalamannya tidak semua pembeli yang berminat pada akhirnya dapat membeli rumah tanpa uang muka. Karena bank tidak menyetujui 100% aplikasinya yang pada akhirnya konsumen harus menambah uang muka.

“Saya optimis ini akan mendorong penjualan properti yang pada akhirnya mendorong sektor properti. Tapi karena bank juga harus prudent dan melakukan mitigasi resiko, ada kemungkinan konsumen tetap harus membayar uang muka dalam persetujuan pembiayaannya. Nah ini bisa membuat konsumen yang sudah booking bisa saja mundur teratur dan membatalkan pembelian unit. Dulu-dulu sih gitu.”, jelas Aryo lebih lanjut.

Bila rumah dibiayai tanpa uang muka maka angsuranya akan meningkat cukup lumayan. Misalkan saja rumah harga 200 juta dibiayai dengan uang muka dan kpr, maka pembiayaan kprnya sebesar 180 juta dan angsurannya berkisar 2,2 jutaan per bulan selama 15 tahun di bank syariah. Sedangkan apabila tanpa uang muka, maka angsurannya adalah sebesar 2,7 jutaan, selisih 500 ribuan.

“Dengan relaksasi LTV, pengembang bisa memasarkan unitnya dengan tagline tanpa uang muka dan bukan lagi sekedar gimmick yang bersembunyi di balik diskon dan lainnya.”, tutup Aryo.

Sumber : http://sekolahpropertimu.com/2018/07/21/optimis-dorong-sektor-properti-dengan-relaksasi-ltv/
Photo by Brian Sugden on Unsplash

One Reply to “Optimis Dorong Sektor Properti Dengan Relaksasi LTV [Liputan di SekolahPropertiMU.com]”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *