Eduun, 196 Developer Gulung Tikar di Jabar

Eduuun! Pagi ini baca berita di Kompas tentang 196 developer gulung tikar di Jawa Barat. Menilik berita tersebut, menurut Ketua DPD REI Jawa Barat Joko Suranto. 196 pengembang berguguran sejak melambatnya properti tahun 2014 sampai Mei 2018. Penjualan turun 40% dibandingkan sebelum tahun 2014. Bahkan target pembangunan kuartal II 2018 sebanyak 30.000 unit baru terealisasi 9000 unit.

Kalau mau baca beritanya, silahkan baca di https://properti.kompas.com/read/2018/07/02/172502621/196-pengembang-properti-jawa-barat-gulung-tikar

Tapi fenomena ini, di mata saya tidak begitu mengagetkan. Karena saya secara pribadi sudah “melihat” sejak 2013 akhir sampai 2014. Kala itu saya mengamati kalau harga tanah sebagai bahan dasar sudah mulai tidak seimbang dengan harga rumah yang diminati oleh pasar.

Gampangnya begini, tanah yang cocok untuk dibangun rumah subsidi (FLPP), ditawarkan dengan harga 250 ribu per m2. Padahal kalau harga segitu, untuk membuat rumah subsidi sih bisa saja. Tapi profitnya jadi tidak menarik. Bahkan mungkin boncos.

Itu yang pertama, Yang kedua, PDB atau pendapatan nasional Indonesia ini kan anggap saja tumbuh rerata 5%. Berarti pendapatan per kapita juga rerata 5% naiknya. Gampangnya penghasilan orang2 Indonesia tiap tahun naik 5%. Sedangkan harga properti, karena harga dasarnya naik terus, ya tentu harga properti juga naik terus.

Naiknya harga properti (meski belum ada data yang lebih pas) itu cukup tinggi. Menurut pakar-pakar dan marketing-marketing properti, bisa naik 10% per tahun. Kalau lokasi bagus, bisa 20% lebih.

So… penghasilan naik 5%, harga properti naik 10%. Jangankan naik 10%, naik 6% saja dalam jangka waktu panjang, akan terjadi deviasi yang cukup tinggi.

Saya pun pernah bilang ke rekan-rekan di antaranya Coach Harry Afandy, Coach Boy Barmawi, Coach Zidni Ilman, Coach Arief Budiyanto, Ustad Faris Vio, Ustad Wempi Roman Nisa, juga ngasih tahu ke Rani Syaharani Derwin Huang … Ini tinggal tunggu boom. Kalau mau buka lahan baru, kudu kuat dirisetnya. Kalau sudah terlanjur buka, kudu kuat pemasarannya. Kalau ragu, mending wait and see.

Masih ada 3 hal lain, tapi tidak penting untuk saya tuliskan di sini. Hehehe

Maka pada Agustus 2014, saya memutuskan untuk berhenti sebagai Pemateri Utama di workshop Menjadi Developer Properti. Padahal workshop itu sedang hot-hotnya. Workshop saya terakhir saat menjadi pemateri utama, diikuti 66 orang. Eduun lah pokoknya. Lagipula sudah ada yang lebih jago seperti Suhu-suhu saya berikut ini : Didikk Ekoo Newgraha Siswo Meykel Waworuntu dll.

Nah di Agustus 2014 adalah titk henti dimana telah cukup sampai di sini menggugah orang, mendorong orang, memotivasi orang untuk berbisnis properti. Era selanjutnya adalah untuk menata, memperbaiki, mengempower orang yang telah berbisnis properti. Dengan apa? Dengan ilmu marketing yang lebih bagus, ilmu menata lahan yang lebih oke, ilmu meriset bisnis yang lebih dalam, ilmu mengelola manajemen properti berbasis sistem informasi, ilmu menempatkan investasi ke properti yang lebih cair, ilmu memasarkan properti melalui internet.

Khususnya untuk ilmu memasarkan properti melalui internet, ada nih training REDMARK, 3 hari di Jogja, 27-29 Juli 2018. Apa itu REDMARK? Workshop REDMARK atau REAL ESTATE INTEGRATED DIGITAL MARKETING adalah BENANG MERAH yang hadir untuk memastikan BISNIS PROPERTI atau REAL ESTATE Anda TERHUBUNG dengan seluas mungkin potensi pasar di dunia digital atau internet. Kalau mau ikut, klik ke WA dihttp://bit.ly/IkutREDMARK

2 Replies to “Eduun, 196 Developer Gulung Tikar di Jabar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *