Dollar Naik, Utang Luar Negeri Naik

Indonesia per April 2018 memiliki Hutang Luar Negeri sebesar 356,9 Milyar USD. Bila dikurskan dengan mata uang pada 2 April 2018, maka total hutangnya sebesar 4.932 Trilyun rupiah. Data bisa diakses di https://www.bi.go.id/…/external-…/Pages/SULNI-June-2018.aspx . Sedangkan kurs mata uangnya bisa dicek di https://www.bi.go.id/…/informasi-…/transaksi-bi/Default.aspx .

Semisal sampai dengan bulan ini saja pemerintah dan swasta tidak menambah hutang, maka hutang Indonesia per 2 Mei adalah 4.998,74 Trilyun rupiah dengan kurs 14.006 per USD. Gak ngapa2in aja [ceteris paribus], udah nambah utang 66 trilyun.

Per tanggal 4 Juni 2018, utang menjadi turun ke 4.975,54 Trilyun rupiah karena rupiah menguat menjadi 13.941 per USD. Tapi naik lagi di tanggal 29 Juni 2018 menjadi 5.166,48 trilyun rupiah.

Jadi kurs dari 13.819 di bulan April menjadi 14.476 di 29 Juni 2018 mengakibatkan pertumbuhan utang dalam rupiah meningkat. Selisih kurs yang gak sampe 1000 rupiah ini [657 rupiah] telah membuat Indonesia nambah utang 234,48 trilyun rupiah.

Kalau kursnya jadi 15 ribu gimana? Kl 16 ribu gimana? Tinggal cek di tabelnya ya.]

So selisih kurs bisa membuat loss trilyunan rupiah. Pdhl kita gak ngapa2in tuh. [Diasumsikan gak nambah utang baru, gak nyicil, gak bayar bunga]. Belum lagi kl ngitung bunganya tuh. Ngeri banget!

Jadi pingin liat kursnya kalo cuma 9 ribu ajah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *