Memilih Pemimpin

Pilkada sudah dekat, hari esok 27 Juni 2018. Sebanyak 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah serentak. Semoga berjalan dengan lancar agar tidak seperti arus mudik lebaran.

Program kerja diadu pada masa kampanye. Kinerja paslon dicitrakan sebaik mungkin. Para buzzer dan relawan juga saling beradu argumentasi tentang keunggulan paslon dukungannya (dan kadang menyerang kejelekan lawan). Energi terkuras!

Buat Anda yang jadi buzzer atau relawan, tentunya sudah memiliki pilihan, calon siapakah yang akan Anda pilih. Dan itu tidak akan mengubah pilihan Anda meski Anda membaca ulasan buzzer atau relawan lawan paslon Anda. Pokoknya menurut Anda, paslon Anda yang terbaik. No matter what! Yang begini juga gpp.

Buat Anda yang belum memiliki pilihan, masih ada waktu hingga esok tanggal 27. Baca-baca kembali program kerja yang ditawarkan paslon. Timbang-timbang dengan baik. Kemudian tentukan pilihan.

Sayangnya program kerja itu mirip-mirip resolusi Anda di tahun baru. Isinya bagus2 semua bukan? Anda sreg dengan paslon A, tapi di sisi lain, Anda juga sreg dengan paslon B. Well, Anda bisa pilih paslon yang paling banyak sesuai program kerjanya dengan rasionalitas Anda.

Kalau program kerja belum dirasa cukup, coba ukur dengan The 21 Indispensable Qualities of a Leader milik John C. Maxwell. Maxwell adalah seorang pendeta, penulis, pembicara dan pakar kepemimpinan yang diakui secara internasional.

Kalau versi Maxwell terlalu banyak, Anda bisa ukur dengan 4 sifat nabi yakni fathonah, amanah, sidiq, tabligh. Yakni, bijaksana, bisa dipercaya, benar dalam ucapan dan tindakan, pandai menyampaikan.

Tapi lagi-lagi, paslon-paslon itu bukan nabi yang kalau saja diukur dengan ukuran-ukuran di atas, Anda akan kesulitan mengukurnya. Apalagi kalau yang Anda baca dari para buzzer dan relawan. Hehehe

Anda juga bisa memilih dari partai mana yang mengusungnya. Anda bisa mengukur dari kinerja partai dalam transparansi pengelolaan dana kampanye atau jumlah para koruptor dan korupsinya. Untuk mencari tahu ini, Anda cukup googling dengan “partai paling transparan” dan “partai terkorup”. Tapi ini nanti akan membuat Anda bingung karena partai2 yang banyak koruptornya dengan partai yang tidak banyak koruptornya berkoalisi di beberapa daerah. Duh.

Ingat pesan Ali Bin Abi Thalib yakni “aku sudah pernah merasakan kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia”. Berarti sebaiknya kita berharap kepada Tuhan. Caranya?

Daripada emosi Anda terkacak-kacak, rasio Anda terburai-burai, sebaiknya Anda istikharah saja. Memohon doa kepada Allah untuk memberikan Petunjuk-Nya dalam memilih apapun (termasuk pilkada).

Selamat memilih! Selamat berpilkada! Jangan baperan kalau jagoannya kalah. Musuh kita bukan sesama!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *