Sedih dan Terluka Dengan Bom Surabaya

By | May 14, 2018

Hari kemarin saya marah dan sedih banget dengan adanya 3 bom meledak di Surabaya. Di Gereja pula! Saya menggerutu dan dongkol biangeet. Nyawa manusia seperti tidak ada harganya. Saya turut berduka dan terluka.

Kalau ini dilakukan oleh orang Islam, kok rasanya Islam yang saya pelajari tidak kejam seperti bom bunuh diri. Membunuh manusia hanya boleh dilakukan dengan alasan tertentu. Misalkan berperang. Berperangpun ada adabnya seperti tidak membunuh sembarang orang apalagi pendeta, wanita dan anak-anak, apalagi merusak tempat ibadah.

“Berperanglah dengan menyebut nama Allah dan di jalan Allah. Perangilah mereka yang kufur kepada Allah. Berperanglah, jangan kalian berlebihan (dalam membunuh). Jangan kalian lari dari medan perang, jangan kalian memutilasi, jangan membunuh anak-anak, perempuan, orang tua yang sepuh, dan rahib di tempat ibadahnya.” (HR. Muslim 1731, Abu Dawud 2613, at-Tirmidzi 1408, dan al-Baihaqi 17935).

“Jangan sekali-kali menebang pohon kurma, jangan pula membakarnya, jangan membunuh hewan-hewan ternak, jangan tebang pohon yang berbuah, janganlah kalian merobohkan bangunan,…” (Riwayat al-Baihaqi dalam Sunanul Kubra 17904, Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq 2/75, dan ath-Thahawi dalam Syarah Musykilul Atsar 3/144).

Lha Indonesia kan tidak sedang dalam suasana berperang.


Saya gak bisa menolong yang di Surabaya. Tapi untuk turut bersimpati dan berekspresi kedukaan, saya merubah halaman depan YukBisnisProperti.org dengan dasar hitam dan tulisan, STOP BOMBING, STOP TERRORISM. Untuk beberapa hari ke depan. Harap maklum.


Terakhir, saya berdoa agar Indonesia makin jaya, makmur, gemah ripah loh jinawi di kemudian hari.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *