Jangan Anu Di Depan Kamera. Ciyus!

By | May 9, 2018

Harddisk itu tempat untuk menyimpan data. Setelah saya pikir2, kinerja menyimpan data seperti kinerja otak menyimpan memori. Apa-apa yang kita simpan di harddisk, itu tidak akan serta merta terhapus meski sudah dihapus atau diformat sekalipun.

Otak manusia juga menyimpan memori. Memori yang paling dalampun dapat diakses dengan hipnoterapi. Kalau kamu gak percaya dengan hipnoterapi, gpp. Tapi mungkin kamu pernah melihat atau bersama orang tua yang pikun. Orang yang pikun akan mengakses memori masa lalu.

Ini pengalaman pribadi ketika menemani ibu sebelum meninggal, memori masa lalunya kembali muncul. Memori yang jauuuuh sekali bahkan ketika ibu saya masih gadis di Pekajangan. Memori masa lalunya diceritakan dengan runut. Sesuatu yang gak pernah diceritakan sebelumnya ketika ibu belum pikun.

Harddisk juga demikian. Tapi tentu dengan bantuan software recovery untuk mengakses data yang telah terhapus. Ini terjadi ketika salah satu laptop ABADREKAN.COM mengalami OS Crashed. Harddisk jadi unbootable. Tidak terbaca sama sekali. Padahal belum semua data terbackup di cloud dan masih ada kerjaan klien yang belum selesai. Dengan bantuan software Test Disk, kita dapat membaca data yang gak sengaja terhapus, data yang dihapus dengan sengaja bahkan data yang sudah terformat sebelumnya. Dan mengembalikan semuanya dengan baik dan dapat diakses kembali.

Harddisk adalah media penyimpanan. Flashdisk, memory card adalah juga media penyimpanan yang dapat dilakukan hal yang sama bila tidak sengaja terhapus atau terformat.

So pesan saya … jangan anu di depan kamera. Ntar tersimpan di dalam media penyimpanan. Dan kalau-kalau memorinya ilang atau ikut terjual bersama device dan yang beli kebetulan iseng merecovery data yang ada dalam memory tersebut. Naaah… bisa terkenal dah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *