Surat Dari Kakeknya Pak Gubernur, Anies Baswedan

Beberapa hari lalu ketika menata kembali rak bukuku, aku menemukan buku catatan warna kuning, milik bapakku. Buku itu sendiri semacam buku agenda yang berisi catatan-catatan pendek sehari-hari. Antara tahun 1981 sampai Maret 1982. 

Di antara halaman terdapat beberapa catatan-catatan kecil, salah satunya adalah surat dari kawan bapak saya yang ternyata tokoh nasional, yakni AR Baswedan. Nama pak Baswedan, demikian ibu saya kerap menceritakannya, adalah kakek dari Gubernur DKI, pak Anies Baswedan.

Surat ini sempat aku posting di instagramku dan dikomentari oleh pak Anies, karena memang aku tag sih. Hehehe… Ini nih suratnya. Aku blur sebagian meski tidak ada rahasia, hanya permintaan foto-foto kegiatan teater Muslim dan muktamar Muhammadiyah.

Yang pingin diceritain bukan isi suratnya sih. Cuma ngebayangin aja, sekarang aku kepoin bapakku dari buku catatannya dan surat-menyuratnya. Ya karena dulu belum jamannya internet. Nah mungkin anakku kelak akan kepoin medsos dan blog ku untuk mengenal bapaknya saat dia belum bisa membaca dan menulis. Hehehe

Kalau gitu, isilah medsos, blog, dan semua channel onlinemu dengan kebaikan-kebaikan, hal-hal yang memotivasi dan membangun karakter diri, orang lain dan mungkin bangsa ini. Bukan diisi dengan nyinyiran dan sindiran apalagi kata-kata kotor. Malu ama anak kita nanti di masa datang. Sepakat tho!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *