Yuk Pake Linux Yuk!

Saya sudah berkenalan dengan Linux sebenarnya sejak tahun 2006-2007. Ketika itu beberapa kawan jurnalis antara lain mas Farid Gaban dan kang Asep Saefullah datang ke Cirebon. Misinya bukan memperkenalan linux, tapi kebetulan kang Asep Saefullah ini linuxer, jadi sempat ngobrolin tentang Linux.

Waktu itu, jujur banget nih, saya gak tertarik. Mungkin karena sudah terlalu familiar dengan user interface nya si jendela. Hehehe

Nah tahun 2015 lalu, saya dapat beasiswa untuk melanjutkan studi S2 di (sekarang) Universitas Amikom Yogyakarta. Saya ambil Chief Information Officer. Jadi mahasiswa lagi dah walau usia menjelang 40 tahun. Hiks! Ketemu dengan sesama mahasiswa yang masih mudaan jauh di bawah saya, sebut saja mas Medy, yang mempengaruhi untuk menggunakan kembali Linux.

Then laptop saya dibikin dual boot.

Saya pelajari lagi. Eeee… lha kok susah. Ahahaha.. Saya yakin first time Linux user akan mengalami hal yang sama. Ndilalahnya, gegara asal colok flash disk, si jendela kena virus. Terpaksa install ulang semua. (Padahal gak usah install ulang juga bisa, tinggal pindah ke Linux. Tapi harap maklum, waktu itu lagi panik). Flush! Semua operating system dihapus, diganti jendela lagi semuanya.

Nah kurang lebih setahun lalu, pas semester 2 pertengahan, saya galau. Masak iya sih saya nyari duit dari software bajakan. Nyolong ituh. Bisa gak berkah. Gak 100% syariah. Apa ya halal tuh uang yang saya makan?! Takut juga sih ama bayang-bayang sendiri. Hahaaai

Ndilalahnya ketemu sama mas Medy lagi (ya iya lah, lhawong satu kampus), saya minta mas Medy datang ke rumah, ajarin saya lagi tentang Linux. Mulai dari install Linux dan install software-softwarenya baik dari Software Center maupun pake Terminal.

Alhamdulillah sih, sekarang sudah 100% Linux walah masih ada 1-2 software yang belum tergantikan. Softwarenya juga free software sih. Skecth Up dan NanoCAD yang hanya bisa dipake pada jendela.

Ada 5 alasan saya kenapa saya pake Linux

  1. Linux itu free
  2. Software-softwarenya sangat mirip dengan jendela. MS Office sudah bisa digantikan dengan Libre Office. Photoshop digantiin dengan GIMP. Corel digantiin dengan Inkscape. Dll. Dan itu semua free.
  3. Lebih baik daripada software colongan. Masak nyari duit pake barang colongan. Kan gak enak tuh dimakan.
  4. Gak gampang kena virus. Di jendela, waduh, flashdisk bolak balik colok sana sini bisa terinveksi virus. Antivirus secanggih apapun, bisa TKO ama virus terbaru. Ampuun. Dan di Linux amat sangat jarang terjadi.
  5. Laptop saya yang lama yang cuma ada RAM 1Gb, bisa saya pake lagi. Karena Linux itu relatif gak makan memori gede.

Btw, kita sebenarnya udah familiar banget dengan Linux. Kalau kamu pake Android, nah itu kernelnya pake Linux. Kalau kamu sering bikin web dengan hosting sendiri, nah servernya itu hampir semuanya Linux. So.. kapan pindah ke Linux?

Kamu Linuxer juga? Share pengalamanmu ya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *