Teori 21 Kali

Pertama kali saya bertemu teori 21 kali ini ketika saya belajar hipnosis dan motivasi diri. Kira-kira tahun 2009. Banyak ditemukan di buku-buku self hipnosis dan motivasi dan juga di seminar-seminar, bahwa bila kita memiliki afirmasi, ucapkanlah dengan bersungguh-sungguh selama 21 hari berturut-turut menjelang tidur dan selepas bangun tidur. Di depan kaca, di setiap kesempatan yang ada. Maka dalam 21 hari, akan ada “keajaiban” yang datang. Bahkan kurang dari 21 hari. Konon begitu. Saya pun membuktikan berkali-kali. Bila lebih dari 21 hari pun, itu mungkin karena saya yang kurang bersungguh-sungguh.

Eeee lha kok ndilalah, beberapa tahun kemudian, kira-kira tahun 2012, saya bertemu seorang yang paham teori probabilitas. Dia mengatakan, dengan memasang pada 1 titik yang sama dan mengulangnya sampai maksimal 21 kali. Maka, kita tidak akan pernah kalah atau kecil sekali kemungkinan kalah.

Untuk hal ini saya tidak akan share cara detilnya. Tapi kata kuncinya, dalam 21 kali, kecil sekali kemungkinan kalah terus. Pasti akan menang di langkah berikutnya atau maksimal 21 kali langkah.

Nah, 2017 ini saya bertemu seorang kawan yang bermain binary dengan menggunakan software imakros. Di depan mata saya, software dijalankan selama 15 menit dan meraih keuntungan 20an USD. Software tersebut disetel untuk melakukan transaksi 21 kali. Teorinya sama, kecil kemungkinan kita akan kalah transaksi selama 21 kali berturut-turut.

Dari 3 contoh di atas, saya menyimpulkan dan menarik garis positifnya. Bahwa dalam 21 kali berturut-turut, kita tidak akan pernah selalu gagal terus menerus. Pasti akan ada minimal 1 kali kesuksesan untuk menutup maksimal 20 kegagalan sebelumnya.

Catatan Penting : Well, teori ini agak menyimpang dengan teori penemuan bola lampu yang membutuhkan ratusan kali eksperimen.

TETAPI untuk diri saya sendiri, saya menggunakan batasan PUASA RAMADHAN, yakni untuk mengubah kebiasaan, kita membutuhkan waktu 30 hari berturut-turut. Saya juga menggunakan batasan KEHAMILAN dan KELAHIRAN, yakni untuk menjadikan kebiasaan menjadi sempurna, kita membutuhkan waktu 9 bulan 10 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *