Pengalaman Pribadi Tentang Radiasi Handphone

, , Leave a comment

Pertama kali terjadi antara tahun 2009-2010, waktu itu saya menerima panggilan telepon dengan handphone kurang lebih selama 15 menit. Kepala langsung pusing, kepala bagian kanan terasa memanas, mual-mual rasanya ingin muntah.
Kemudian terjadi lagi beberapa kali, ketika menerima panggilan lebih dari 2-3 menit terutama ketika menggunakan telinga kanan untuk mendengar. Sakit! Sampai sekarangpun kalau menerima telepon lebih dari 2-3 menit, sisi kanan bagian kepala rasanya seperti lebam-lebam gitu.
 
Untuk mengurangi rasa sakit, awalnya saya beli bluetooth mic speaker yang ditempel di telinga. Biar keren kayak esmud. Hehehe. Tapi podo wae alias sama saja. Malah lebih cepat terkena sakitnya. Kemudian saya ganti pake headset. Cuma kerap ilang dan kurang praktis. Hehehe
 
Sampai-sampai saya malas sekali mengangkat panggilan telepon. (sampe sekarang sih). Sampai-sampai saya dianggap menghindari panggilan telepon dari seseorang.
 
Karena itu, saya datang ke dokter ahli THT. Pak dokter bilang, “Kalau telinganya gak papa ini.”
 
“Tapi kenapa saya kesakitan pingin muntah kalau menerima telepon?”, tanya saya
 
“Mungkin Anda harus ke dokter ahli syaraf.”
 
Saya sih gak memutuskan untuk ke dokter syaraf. Takut ketahuan penyakitnya yang macem-macem itu. Duuuuh!
 
—————-
 
Pagi tadi dapat kiriman dari ustad Sjah Al Janiq tentang bahaya radiasi handphone. Mengingatkanku pada peristiwa di atas. Apalagi karena sampai sekarang, masih kerap sakit atau mual karena menerima panggilan telepon dalam durasi lama, terutama di telinga bagian kana.
 
Karena video kiriman beliau melalui WA dan saya agak kesulitan memindahkan ke facebook, maka saya carikan video sejenis via youtube. Takut juga nih kalau ini kanker otak. Semoga sih tidak. Rabighfirli…
 
https://www.youtube.com/watch?v=OXrYcF18XiM

 

 

Leave a Reply