Otak Manusia dan Marketing

, , Leave a comment

Menurut teori Triune Brain, Paul D McLean seorang pakar neuroscients mengatakan bahwa otak manusia itu terdiri dari batang otak, limbik dan neocortex.
Batang otak juga dikenal sebagai otak reptil yang punya kesenangan dengan menyerang, rakus, memuaskan nafsu. Tetapi juga berperilaku menghindar bila ada bahaya mengancam. Fight and Flight!
Limbik atau otak mamalia, kadang ada yang menyebut sebagai otak tengah. Limbik mengatur fungsi otomatis tubuh seperti pencernaan temperatur, tekanan darah. Disinilah tempat memori atau ingatan jangka panjang disimpan.
Neocortex itu bagian luar dari otak manusia yang membungkus limbik dan batang otak. Neocortex dibagi menjadi 2 bagian, otak kanan dan otak kiri. Otak kanan berpikir spiritual, impian, mengatur emosi. Sedangkan otak kiri berpikir analitis, urut dan intelek.
Sayangnya otak reptil selalu menang (lebih banyak menang) dibanding dengan neocortex. Banyak sekali jualan yang memicu otak reptil “menguasai” neocortex. Makanya tidak heran judul-judul kaya, uang, bebas, cepat, mudah, untung, bangkit dll laku keras. Konon metode ini sudah dipakai sejak tahun 1920, sebelum Philip Kotler lahir.
Jadi kesimpulannya apa?
The basic of basic marketing adalah tentang bagaimana memicu otak reptil. Tetapi meski demikian, jualah produk yang memanusiakan manusia.

Pustaka :
– Apa itu Otak Reptil? Oleh : Roni Yuzirman
– 7 Ways to Engage Your Customer’s Reptilian Brain. Oleh Heidi Haskell – NeuroScienceMarketing.com
– Brain Science and Marketing: Role of the Limbic & Reptilian Brains. Oleh : James Heaton – tronviggroup.com
– Mau Pilih mana, perilaku Otak Reptil atau Neocortex? Oleh: Son Wandrial, SE, MM (Faculty Member of International Marketing)

 

Leave a Reply