Don’t Push To Sell

, , 1 Comment

Menerima brodkes jualan itu kadang menjengkelkan. Mau sesoft ataupun secovert apapun, kalau ujungnya jualan, sering kali kita ilfil.

Apalagi yang HARD. Mirip kalau kita masuk ke mall trus disapa, “Coba dulu kakak!”. Masih mending di mall, kita disapa duluan. Kl gak minat, mlengos lah. Lha kalau brodkes ibarat petugas tokonya ngomong, “Kak, ini ada produk anu bisa bikin kakak jadi lebih anu. Bagusnya produk ini bisa bikin anunya begitu. Juga bisa bikin begini.”. Nyerocos gak berhenti.

Apakah ini salah? Sebenarnya ya tidak salah. Brodkes bisa menjadi salah satu strategi promo dan jualan. Tapi orang sering kali lupa bahwa salah satu THE FUNDAMENTAL OF LIFE adalah GIVING! Dan ini juga berlaku pada dunia pemasaran maupun penjualan. Mungkin Anda pernah mendengar quote : “Stop Selling Start Helping” atau “Stop Selling Start Giving”.

Saya kerap menyampaikan kepada klien-klien saya mengenai hal-hal berikut 5S – Spiritual, Sikap, Sketsa, Strategi, Sukses. Simpelnya begini.. Sukses adalah target, dalam hal ini adalah bisa berupa database, brand awareness, maupun closing. Brodkes itu hanya satu Strategi saja untuk mencapai tujuan di atas. Sketsa adalah bagaimana menyebarkan informasi tentang produk seluas-luasnya. Sikap positifnya adalah bagaimana membangun kedekatan dengan klien. Salah satunya adalah GIVING. (ini salah satunya saja ya).

Riilnya bagaimana?

Silahkan brodkes, tapi banyakin materi yang sifatnya GIVING atau HELPING tanpa CALL TO ACTION. Sebelum jualan, bangun dulu kedekatan. Sesekali SOFTSELL atau HARDSELL boleh-boleh saja.

Don’t push to sell, but start to give and start to help …

 

One Response

  1. Riant | Inspirasi Bisnis Minded

    February 2, 2017 3:43 pm

    Ini makanya pebisnis perlu belajar etika, bangun dulu perkenalan lalu ‘engagement’. Karena orang kalau udah ‘engage’ itu enak. 😀

    “We (marketer) need to Change the Mantra to ‘Always Closing’ to ‘Always Helping’…” ~ Jonathan Lister 🙂

    Salam kenal,
    Raafi – Plaza Bisnis

    Reply

Leave a Reply