home #SeriBranding, #SeriMarketing Belajar Marketing Dari Pilgub DKI

Belajar Marketing Dari Pilgub DKI

Mumpung lagi rame nih, yakni tentang Pilgub DKI yang diperebutkan antara Ahok Djarot, Anies Sandi dan Agus Sylvi. Pilgubnya sendiri sih kalau tidak salah akan diselenggarakan tahun 2017. Saya sendiri tidak pernah tertarik dengan pertarungan politik baik pemilu, pilwalkot, pilbup, pilgub, pilkada sampai pilpres untuk mendukung salah satu pihak.

Tetapi saya sangat tertarik dengan bagaimana cara timses (tim sukses) memasarkan calonnya. Dan mencoba mensarikannya dan mengaplikasikan dalam strategi marketing

Lembaga Survey

Menjadi semacam riset untuk bisnis. Mereka memberi tahu seberapa populer, potensi kemenangan, demografi dll. Sehingga nanti bisa menjadi acuan bagi timses untuk merencanakan strategi yang tepat agar calonnya menang. Bohong kalau mau sukses jualan gak pake survey. Sesederhana apapun, pasti butuh survey, butuh riset. Bahkan langsung actionpun butuh trial and error. Trial and error ini riset, ini survey. Ya gak?!

Kata kuncinya : Kita butuh riset (bahkan yang paling sederhana) untuk bisa membuat rencana aksi di kemudian hari untuk mencapai visi dan misi (halaaah)

Pencitraan

Ini sih bahasa kerennya branding. Ada branding tegas keras, branding cerdas santun, branding ganteng yang bikin swingvoter bisa mengidolakannya. Kenapa yang kemaren rasan-rasan mau maju, tapi gak jadi? Lepas dari ini itu dunia politik, tapi kalau saya jadi konsultan politiknya, secara marketing, saya gak akan pilih bakal calon yang punya citra yang sama dengan petahana. Kita kan butuh differensiasi bukan? Citra yang berbeda dengan calon lainnya.

Kata kuncinya : Punyai citra yang berbeda!

TimSes

Alias Tim Sukses. Ini nih jargon yang saya suka … SUPERTEAM bukan SUPERMAN. Ya… calon gubernur bukan lah superman, dia butuh TEAM yang SUPER untuk bisa membawanya menjadi Gubernur!

Kata kunci : Sudah jelas! SUPERTEAM bukan SUPERMAN!

Cyber (Non Cyber) Army

Namanya produk harus punya tenaga penjual. Tenaga penjual ada yang berbayar, ada juga yang gratis yang juga dikenal dengan Word Of Mouth alias getok tular. Nah di dunia yang sudah “sempit” ini ada dunia maya alias dunia cyber. Dikenal adanya Cyber Army (anggap saja sukarelawan semua deh) yang bekerja untuk menyebarluaskan  gagasan si calon Gubernur. Gak cuma gagasan, tapi bertugas pula mencounter isu negatif tentang calonnya. Baik dengan kantor berita resmi maupun tak resmi. Makanya gak heran kalau di group2 WhatsApp dan sejenisnya juga beredar gosip-gosip politik mendukung salah satu cagub. Ini juga berlaku bagi non cyber army.

Kata kunci : Sales Person + Word of Mouth!

Debat Terbuka

Create crowd create money, itu kalau di dunia marketing. Kalau di dunia politik mungkin jadi begini : create crowd create voter. Dengan adanya debat terbuka yang biasanya disiarkan oleh televisi, akan mudah diakses banyak orang. Banyak orang means create crowd! Then terserah para crowd untuk memilih yang mana. Suka orangnya, atau suka programnya. Monggo!

Kata kunci : Create crowd create money!

Mustinya banyak lagi yang bisa dibahas mengenai belajar marketing dari pilgub DKI. Anda boleh menambahkan di kolom komentar.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: