home #SeriBranding, #SeriMarketing, #SeriSeru Belajar Marketing Dari Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Belajar Marketing Dari Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Fenomenal! Kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi (DKTP) ini fenomedal! Saya sudah lama tahu tentang DKTP ini di youtube.com. Video itu mempertontonkan bagaimana ia “mengambil” uang dari balik jubahnya dan uangnya tersebar di atas lantai. Tapi ya cuma itu tok. Selebihnya saya tidak tertarik.

Kemudian saya baca di status teman di facebook tentang penangkapan DKTP. Waktu itu media-media nasional belum memberitakan seviral ini. Kalau tidak salah, saya lihat di postingan teman saya itu, diambil dari tv lokal Jawa Timur. Intinya ada 3000an personel menangkap DKTP. Wuiiiih… Kayak nangkep teroris, sekilas pendapat saya begitu. Tapi mungkin untuk mengantisipasi pengikutnya yang jumlahnya ribuan.

Ketika kasus DKTP ini mulai ramai di medsos, saya sudah tidak tertarik mengikutinya. Sampai semalam (8 Oktober 2016) Indonesia Lawyer Club menayangkan ulang Menguak Misteri-Misteri Dimas Kanjeng yang menghadirkan beberapa tokoh nasional. Ada Dr. Marwah Daud, Kyai Hasyim Muzadi, Mahfud MD dll.

Tapi saya tidak tertarik membahas bagaimana cara DKTP ini menggandakan uang. Saya tertarik mengupas DKTP dari sisi Marketing. Apa saja?

Strategi Super Sales Team

DKTP ini punya Sultan dan Koordinator. Ini menurut yang saya lihat di ILC semalam sesuai hasil investigasi pak Akbar Faisal. Sultan dan Koordinator ini semacam Area Manager dengan para Account Officernya. Yang menjadi sales person bagi DKTP.

DKTP juga menggunakan paham Selling is Probability. Ketika ditanya oleh pak Akbar Faisal, bagaimana para sultan dilantik. Jawabnya ya dilantik aja. (Kalau tidak salah jawabannya begitu. Silahkan cek di youtube ya). Makin banyak sultan dan koordinator, akan makin banyak potensi penjualannya.

Nah, kita sebagai marketing atau pebisnis, kita pake strategi ini juga gak? Jangan-jangan marketingnya cuma satu.

Strategi Menjadi Nomor Satu

Kisaran bulan Januari 2016, DKTP dinobatkan menjadi sebagai Sri Raja Prabu Rajasa Nagara. Para raja nusantara (tapi saya gak tau siapa saja) hadir termasuk Dr Marwah Daud sebagai panitia pengukuhan. Silahkan googling tentang ini.

Kalau di dunia marketing dan bisnis, ini mirip strategi menjadi nomor satu! Jadilah yang pertama dan utama. Entah kutipan siapa, tapi ini sepertinya sangat dekat dan lekat dengan strategi differensi sebagai strategi utama para pebisnis. Pokoknya harus jadi nomor satu. Cara gampang jadi nomor satu adalah menjadi berbeda dengan yang lain sehingga dengan sangat mudah menjadi nomor satu. Naaah!

Strategi Menggaet Gajah

Di Padepokan DKTP ini ada tokoh politik yang menjadi pembina yayasan. Di atas sudah disebut ada Dr. Marwah Daud. Beliau adalah tokoh nasional. Dengan bergabungnya Dr. Marwah Daud, dan mungkin ada beberapa tokoh lainnya, tentu akan menjadi “Senjata” ampuh untuk jualan. Mereka dengan suka rela (atau berbayar atau bekerjasama) untuk mempromosikan DKTP. Word of Mouth!

Bahkan DKTP mengklaim Mahfud MD sebagai muridnya. Juga merekayasa foto salah satu petinggi berfoto dengannya.

Strategi Kolam Ikan

Ada satu yang menarik, ada ribuan orang Sulawesi Selatan yang bergabung dengan DKTP. Coba baca berita ini dari Detik.com “2.180 Orang Sulsel Diduga Jadi Korban Penipuan Dimas Kanjeng“.  Nah, ibarat marketing, Sulsel seperti strategi kolam ikan. Ibarat pemancing, dia mencari spot, dimana ia dapat ikan di sana, ia akan fokus menggali spot tersebut. Nah!

Strategi Surga dan Neraka

Jadi gini, kalau jualan itu paling enak kalau jualan surga atau jualan neraka. Contohnya gini, kalau ikut nanti bisa dapat duit banyak lho. Nah ini strategi surga. Atau begini : Buruan ikut deh, daripada malah bisnismu rugi gak karuan. Nah ini contoh jualan neraka.

Nah DKTP bersama para sultan dan koordinatornya, udah bisa ditebak jualan apa.

Kalau mau nambahin, boleh tambahin di kolom komen. Thank youuuu…

 

4 thoughts on “Belajar Marketing Dari Dimas Kanjeng Taat Pribadi

  1. Mengaduk aduk emosi konsumen dg hal hal Irrasional jg bs jd slh satu cara mas.. sbagian besar orang menjatuhkan keputusan disaat emosi dan Irrasional..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: