home #SeriBisnis, #SeriSeru Ruko Vs Kulineran #CurcolanDiFesbuk

Ruko Vs Kulineran #CurcolanDiFesbuk

Tanggal 27 Agustus lalu, saya berkesempatan mengisi materi tentang bisnis properti kepada sekitar 80an peserta. Setelah selesai acara, salah satu peserta menghampiri dan bertanya.

“Mas, saya ada tanah di Jalan Anu di Jogja. Skitar 500m2. Depan kampus Anu. Nah bapak saya ngasih saya tanah itu. Disuruh bangun ruko. Tapi saya gak ada uang sebanyak itu untuk bangun ruko. Bisa gak ya kerjasama dengan investor.”, tanyanya

Jalan Anu itu salah satu jalan raya yang cukup topuler di Jogja. (red)

“Berarti gak dijual ya?”

“Gak mas. Disewa aja tapi dibangunkan ruko.”

“Oooo itu sewa bangun namanya. Bisa aja sih. Tapi gini mas. Knapa harus ruko? Misal itu tanah disewa 15 tahun, terus kl sudah selesai 15 tahun, rukonya untuk sampeyan. Nah, sampeyan mau bisnis apa di atas ruko itu?”

“Disewain lagi mas.”

“Nah kira-kira 15 tahun lagi, harga sewanya jadi piro? Kira-kira bisnis apa yang bakal mampu menyewa ruko tersebut?”

“Itu saya gak mikir sampe segitu.”

“Soale sekarang jamannya online mas. Punya toko sudah tidak harus di pinggir jalan raya. Yang masih butuh jalan raya, ke depannya itu tempat nongkrong, tempat makan, tempat servis mobil atau kendaraan. Yang masih membutuhkan kegiatan offline. Kemaren aja saya beli gitar ama cajon, di dua tempat yang berbeda. Tokonya nylempit di gang mas. Belakangnya kuburan pula. Tapi rame mas. Mereka jualan via online!”

“Bener juga ya”

“Saya usul nih, gak usah dibangun apa-apa. Kasih aja tenda yang agak bagusan, sewain ke warung pecel lele, warung seafood, angkringan dll. Jadi one stop service untuk kulineran. Gak usah yang wah-wah. Yang sederhana aja.”

“Boleh tuh!”

“Kalau kota-kota yang makin maju, warung-warung tenda gak akan bertahan lama di pinggir jalan. Dan pinggir jalan itu kan jatahnya pedestrian. Kalau pedagang warung tenda itu tergusur oleh pemerintah, pasti mereka butuh tempat. Nah kalau pemerintah gak bisa kasih tempat, peluang bagi swasta seperti sampeyan tho! tinggal sampeyan siapkan tempat yang nyaman bagi para pengunjung. Misalnya parkiran yang luas dan aman.”

“Iya juga.”

“Sampeyan gak mikir harus bangun,gak mikir atap bocor, gak mikir imb, gak mikir saluran mampet dll. Mumet mas mikir gituan. Modal juga gak besar tho? Dan kayaknya gak perlu nyari investor dan bagi hasil sama orang lain. Enakan gitu kan?”

“Yo wis mas, saya tulung dikonsepkan tentang bisnisnya. Kalau sempat ke Jogja, liat lokasinya mas”

Siyaaaap!


Note : Ini tulisan di fesbuk saya. Tempat curcol. Silahkan join di fb AryoDiponegoroID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: