home #SeriMarketing Marketing Ala Jawa (1)

Marketing Ala Jawa (1)

Marketing Ala Jawa
Marketing Ala Jawa

Falsafah dan istilah Jawa biasa digunakan untuk pelajaran tentang kehidupan. Namun ternyata juga dapat di-gandheng-ceneng-kan (dihubungkan/dikaitkan) dengan ilmu marketing. Nah simak apa saja falsafah hidup orang Jawa dan atau istilah Jawa yang cocok dengan ilmu marketing. Yuk!

Gethok Tular

Dalam dunia marketing dikenal dengan Word of Mouth (WOM). WOM melibatkan orang lain di luar perusahaan yang menyampaikan tentang produk atau jasa karena telah menggunakannnya atau sekedar membaca dari promosi orang lain sehingga yang menerima informasi tertarik untuk membeli. Nah, di dalam istilah Jawa ada yang namanya Gethok Tular alias digethok kemudian menular, yakni informasi yang disampaikan secara berantai tentang sesuatu hal.

Jeneng Sik, Lagi Jenang

Artinya nama dulu, baru bubur. Dulu mungkin maksudnya ketika seorang bayi lahir, diberi nama terlebih dahulu baru mengadakan pesta bubur (jenang sungsum). Dalam kaitannya dengan dunia marketing, kita harus membuat nama (merk), mengharumkan nama dan membesarkan nama sehingga di  kemudian hari akan berhasil memberikan rejeki yang disimbulkan dengan jenang (bubur) atau makanan.

Holobis Kuntul Baris

Bahwa kinerja penjualan bukan semata kinerja bagian selling. Tetapi juga ada andil dari bagian marketing lainnya seperti promo, branding, dll. Dan juga ada andil dari non bagian marketing, seperti produksi, keuangan dll. Adanya holobis kuntul baris yakni bergotong-royong atau bekerja sama atau berjamaah dengan kompak dan sinergis untuk mencapai target penjualan.

Tuna Sathak Bathi Sanak

Tuna Sathak Bathi Sanak artinya Kehilangan Keuntungan, Mendapatkan Saudara. Bahwa persaudaraan lebih penting daripada keuntungan dalam bentuk uang. Tetapi perlu diingat bahwa banyak silaturahmi banyak rejeki. Nahhh!

Mangkat Seko Niat

Mangkat Seko Niat artinya Berawal dari niat. Bahwa segalanya bila diniatkan dalam hati dan sungguh-sungguh maka akan diganjar sama Gusti Allah sesuai niat yang diniatkan. Jadi apa sih niat kita berjualan? Naaah!

Demikian 5 istiilah dan falsafah Jawa yang berkaitan dengan ilmu marketing. Next time kami gali lagi lebih jauh. Semoga bermanfaat!

Jangan lupa Join Channel, klik di sini. Untuk ngobrol-ngobrol, klik di sini. Untuk testimoni, klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: