home #SeriMarketing, #SeriSelling Afirmasi atau Doa, Teknik Sederhana Yang Powerful

Afirmasi atau Doa, Teknik Sederhana Yang Powerful

afirmasi atau doa
Afirmasi atau Doa, Teknik Sederhana Yang Powerful

Dalam sebuah seminar yang dibawakan oleh Mr. Harry Afandy Yang, beliau mengajarkan sebuah afirmasi yang makin akan membuat kita menjadi pribadi yang POWERFUL “Yes, I’m POWERFUL!”. Afirmasi ini diucapkan pagi hari setelah bangun, menjelang tidur, menjelang melakukan sesuatu misalnya jualan. 

Mirip dengan ketika kita menjalani ibadah puasa. Ketika kita memang berniat puasa, insya Allah sepanjang hari kita tidak merasakan lapar dan dahaga. Beda kalau kita akan berpuasa tetapi tidak berniat puasa. Atau kita tidak sedang berpuasa, siang hari kita merasa lapar dan dahaga. Makin ditahan, badan bisa  ndregeg (menggigil) dan keringat dingin keluar. Benar?

Coba juga ketika malam hari, Anda rencanakan untuk bangun jam 4 pagi. Matikan alarm. Tetapi menjelang tidur, ambil nafas perlahan, lepaskan perlahan sambil ucapkan “bangunkan aku jam 4 pagi”. Lakukan berulang-ulang sampai Anda nyaman untuk tidur. Apa yang terjadi? Ya… Anda akan bangun jam 4 pagi. Bahkan kurang.

Pertanyaannya, apakah Anda melakukan ini untuk hal-hal yang lebih besar? Mau menjual misalnya? Mau berbisnis misalnya? Mau membayar hutang misalnya?

Itulah afirmasi. Itulah doa yang diucapkan. Afirmasi ini menarik daya yang lebih kuat sehingga semesta seperti mendukung kita, mensupport kita, mensukseskan kita.

Dalam survey sederhana yang saya lakukan, lebih dari 55% penjual berhasil menjual karena sebelumnya mereka berdoa. Berdoa ini ya sama dengan afirmasi. Mengucap kalimat-kalimat positif. Seperti penelitian Masaru Emoto mengenai partikel air yang diucap dengan doa. Partikel itu berubah bentuk menjadi indah. Doapun/Afirmasipun membuat kita jadi lebih indah.

Bang Rani Badri mengajarkan teknik Ho’oponopono dalam trainingnya Soul of Speaking. Ho’oponopono ini meditasi ala Hawai yang dipercaya mampu membuat hidup makin bahagia. Ho’oponopono juga ditulis oleh Joe Vitale dalam buku Zero Minds. Teknik ho’op (singkatan ho’oponopono), mengajari kita untuk berserah diri, bersyukur, memohon ampun dan mencintai. Gak ada ungkapan meminta.

Menurut Bang Rani, rata-rata 21 hari dengan menggunakan teknik ho’op, akan membawa kita ke dalam perubahan. Berdasarkan pengalaman saya, ada yang 2 hari, ada yang seminggu, ada yang 3 bulan. Apa yang diimpikan tercapai.

Afirmasi, doa, meditasi itu terkait erat dengan belief system dalam diri kita. Afirmasi cenderung lebih universal. Berdoa cenderung lebih spiritual. Meditasi banyak digunakan oleh kelompok agama tertentu. Bagi yang muslim, bisa dengan doa dan sholat.

Sudah afirmasi, tapi sukses tak kunjung tiba. Mengapa?

Ada 2 jawaban untuk itu.

  1. Belum kehendak Tuhan
  2. Teknik afirmasinya salah

Yang pertama, di luar kewenangan kita sebagai manusia. Tapi yang kedua ini masih dalam wilayah manusia. Seperti contoh afirmasi bangun pagi, kita harus relaks dulu. Kalau dalam meditasi harus tenang dulu. Kalau mau sholat harus khusuk dan tuma’ninah.

Bagaimana agar relaks? Ada beberapa caranya :

  1. respirasi (pernafasan)
  2. binural beat (suara yang berulang; contoh musik, ketukan, suara alam)
  3. air (bisa dengan wudhu, mandi)
  4. wewangian (sadar gak kalau mau sholat disarankan menggunakan wewangian?)

Buat saya simple saja. Kalau untuk bangun pagi saja, kita bisa wujudkan dengan afirmasi. Mengapa tidak kita coba untuk mewujudkan impian lebih besar dengan cara yang sama? Polanya sama, langkahnya sama, tinggal belief system kita seperti apa.

Apakah cukup dengan doa atau afirmasi saja? Untuk menjawabnya baca tentang Rejeki Sudah Dijamin, Tetapi

Bisa dipahami? Bisa dieksyenkan? Ayuk eksyen.

Jangan lupa Join Channel, klik di sini. Untuk berkonsultasi, klik di sini.

 

2 thoughts on “Afirmasi atau Doa, Teknik Sederhana Yang Powerful

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: