home #SeriMarketing, #SeriSelling Penjual Yang Disukai vs Penjual Yang Dibenci

Penjual Yang Disukai vs Penjual Yang Dibenci

2011 10 11 Pedagang buah depan Sinta Manisan CirebonSuatu senja, rekanku datang ke rumah dan bercerita tentang seorang wanita yang muda, cantik dan seksi. Wanita itu mengejar-ngejarnya.

“Kamu kan sudah beristri. Hati-hati bro!”, kataku sepintas lalu

“Bukan itu bro. Dia itu ngejar aku untuk beli parfum yang katanya limited edition. Cocok buat bojoku!”, jelasnya

“Oalaah… kirain!”

— wait, bukan ini yang mau aku ceritain —

Menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong, para pakar marketing dunia, ada karakter penjual yang disukai dan yang tidak disukai. Hal ini ditulisnya dalam buku Principles of Marketing Edisi ke 14 di bab 16. Mau tau?

Penjual yang disukai itu berkarakter:

  1. si pendengar yang baik,
  2. empati,
  3. kejujuran,
  4. keteguhan,
  5. ketelitian,
  6. dan tindak lanjut.

Karena pada prinsipnya, jualan itu membantu orang menemukan solusi atas masalahnya. Maka menjadi pendengar yang baik bagi pelanggan dan berempati adalah sikap positif yang dapat mendorong kedekatan emosional. Ditindak lanjuti dengan memberikan solusi dari curhatan si pelanggan dengan memberikan produk yang jujur serta detail.

Sebaliknya, penjual yang dibenci berkarakter :

  1. si pemaksa,
  2. terlambat,
  3. tukang bohong,
  4. tidak siap,
  5. kacau
  6. atau terlalu banyak bicara.

Seperti contoh cerita rekan saya yang dikejar-kejar penjual parfum, itu karakter pemaksa dan mungkin juga terlalu banyak bicara (karena memaksa butuh banyak bicara). Apalagi kalau ternyata berbohong. Apalagi kalau barangnya gak siap. Pokoknya yang jelek-jelek lah. Justru membuat pelanggan menjadi jengah dan akhirnya tidak mau membeli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: