home #SeriBisnis Bikin Properti Jadi Produktif

Bikin Properti Jadi Produktif

langit kacaAwal bulan Mei 2016 ada libur panjang. Libur panjang ini dimanfaatkan untuk liburan (ya iya lah). Beberapa perkumpulan mengadakan gathering atau reuni. Termasuk rekan-rekan saya waktu SMA. Tapi bukan ini yang mau saya ceritakan.

Nah salah satu rekan saya SMA, namanya Merlita, meminta tolong ke saya untuk mencarikan hotel untuk dia dan keluarganya menginap. Tepatnya 2 hari sebelum kedatangannya ke Jogja. Untung saya pas di Jogja,

Kebetulan juga, tetanggaku berprofesi sebagai makelar kamar hotel. Gayung bersambut. Langsung aku cari mas Nanang si makelar kamar itu. Hehehehe.

“Waduh… udah susah kalau baru sekarang nyari!”, kata mas Nanang, “Kalaupun ada, kamarnya biasa, harganya bintang 3.”

“Kira-kira berapa itu?”, tanyaku

“400ribuan lah. Tapi aku gak janji lho. Belum tentu ada!”

“Yo wis. Aku tanya temenku dulu.”

Singkat cerita, temenku ok dan finally dapat kamar yang benar-benar biasa dengan harga kamar bintang 3. Tapi ya mau gimana lagi. Time limit.

Tapi juga bukan ini yang mau saya ceritakan. Hehehe

—-

Jadi sepulang mencari kamar hotel itu, mas Nanang ngobrol sama saya tentang peluang bisnis kamar tidur. Dia mencontohkan satu rumah tetangga saya yang disewakan harian Rp. 1.000.000,00 kalau weekend dan Rp. 800.000,00 kalau weekdays. Satu rumah ada 3 kamar, dengan fasilitas AC dan air panas. Kalau di sini disebut home stay, bahasa Indonesianya rumah tinggal. Iya memang rumah tinggal yang disewakan.

“Coba itung Yo. Sabtu Minggu aja dapet tamunya. Berarti sebulan dapat 8 tamu. Artinya 8 juta per bulan.”, ujarnya

“Kan dipotong komisi makelar?”, tanyaku

“Iya… dipotong 800ribu atau 10%. Masih ada 7,2juta. Bandingkan kalau dikontrakkan tahunan. Paling banter 25 juta per tahun. Lha kalo 7,2 juta per bulan, setahunnya berapa?”, ucapnya serius

“80 jutaan!”, itungku

“Ya tho… 80 juta. Ongkang-ongkang. Rumahnya yo ndak hilang. Masih utuh. Potong biaya listrik dll. Kalau rumah gak laku disewain ya dipake sendiri.”, terangnya lebih lanjut

“Iyo… tanahe naik terus yo!”

Bener juga pemikirannya nih. Punya rumah, dibikin home stay, jadiin produktif. Gak usah mikir okupansi penuh 70% kayak hotel-hotel. Tapi mikir terisi Sabtu Minggu saja. Angkanya udah dapat segitu tuh. Gurih rasanya. Aduuh, aku jadi pingin. Hehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: