The Marketing Langitan (1)

, , 3 Comments

2011 10 11 Pedagang buah depan Sinta Manisan CirebonMungkin Anda sering mendengar, “wah saya sudah promo sana sini, tapi masih tidak laku-laku juga!”. Mungkin juga mendengar seperti ini, “Harga produk saya lebih murah daripada pesaing. Padahal cara jualannya sama. Bonusnya sama. Iklannya mirip-mirip. Tapi tetep kurang nendang.”. Bisa jadi mendengar yang seperti ini, “Saya gak ngapa-ngapain, boro-boro promo, gak ada budget, tapi  ya laku-laku saja dan malah terus berkembang.”

Saya sering mendengar keluhan tersebut via email, komen, sms, wa.

Lho ada apa ini? Apakah ada yang salah dengan strategi mereka? Sudah jor-joran tapi masing kurang ngangkat, justru yang biasa-biasa aja malah laku keras.

—-

Coba perhatikan dua pedagang dengan barang yang sama di suatu pasar. Mereka bersebelahan atau tidak jauh dari satu sama lain. Bisa jadi hari ini si A yang laku keras, hari esok si B yang laku keras, hari kemudian dua-duanya laku keras, hari berikutnya bisa jadi tidak banyak yang beli.

Cara mereka sama, tempatnya sama, harganya kurang lebih saya yakin sama. Tapi mengapa ada yang laku, ada yang tidak?

Suatu hari saya naik taksi, kala itu gunung Merapi meletus dan penerbangan ke Jogja dicancel semua, sehingga para supir taksipun juga turut kehilangan atau mengalami penurunan jumlah penggunanya. Tapi si supir taksi yang saya tumpangi justru merasa banyak rejeki dibanding teman-teman lainnya. Ia bersyukur, pasti selalu dapat penumpang. Sedangkan teman-teman lainnya mengeluh kesulitan.

Saya tanya apa resepnya? Dia menjawab, “kurang tahu juga pak, tapi insya Allah saya selalu dhuha sebelum narik taksi”

—-

Nah cerita-cerita di atas bisa jadi juga Anda temui di keseharian anda. Cerita yang nyata di hadapan Anda, bukan cuma membaca dari blog motivasi, apalagi dari blog saya ini.

Dan kemudian saya menarik kesimpulan, bahwa LAKU TERJUAL itu karena BERUNTUNG! Beruntung itu REJEKI. Dan siapakah Sang Pemberi Rejeki? Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa. Nah kalau mau dagangan laku keras, ya dekat-dekatlah dengan Sang Maha Pemberi Rezeki. Ini yang saya sebut dengan konsep Marketing Langitan.

 

3 Responses

Leave a Reply