Perlukah Sebuah Logo untuk Anda?

2010 06 24 flowerBanyak warung di pinggir jalan, sebut saja rumah makan Sop Kaki Kambing yang mangkal depan SMP 1 Yogyakarta. Contoh lain misalnya Warung jenang gudeg di Pasar Prawirotaman yang selalu kelarisan dan ludes sebelum jam 10 pagi. Pun Warung Bakmi Mbah Mo yang harus antri 2 jam itu. Saya tak temukan logo di dalamnya (dulu, mungkin sekarang ada). Perhatikan saja warung-warung legendaris di kota Anda. Apakah mereka punya logo?

Tapi apakah mereka tidak membutuhkan logo? Mereka adalah logo itu sendiri. Mereka itu LIVING LOGO! Bahkan tak sekedar logo, mereka itu LIVING BRAND! Yang membuat orang kembali dan kembali lagi membeli produk-produk mereka.

Logo adalah sel dari organ yang bernama BRAND. Sedangkan BRAND adalah organ dari tubuh yang bernama MARKETING. MARKETING itu sendiri dimulai dari visi misi, riset, branding sampai dengan sales yang semuanya terangkum dalam konsep saya yang bernama Marketing Langitan.

Jadi logo tidak penting? Logo menjadi penting bila kita bukan living logo, living brand. Logo menjadi penting untuk jangka panjang. Logo lebih mampu menelusup ke benak pelanggan. Logo tidak pernah mati meski kita telah mati.

Bisnis saya lancar, meski tanpa logo. Bagaimana ini? Lupakan logo, bila semua sel dan organ dalam  marketing bekerja dengan baik, TETAPI bila memang benar sudah berjalan baik, sebaiknya jangan lupakan logo. 😀

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *