Cara Mudah Mengambil Keputusan

, , Leave a comment

2012 08 21 Islamic Center TarakanDalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita berada pada titik bifurkasi. Titik persimpangan atau titik percabangan itu dimana kita harus mengambil keputusan langkah mana yang harus ditempuh. Sayangnya tidak semua titik persimpangan itu menawarkan pilihan yang mudah atau rutin. Seringkali kita dihadapkan pada pilihan yang sulit, sama benarnya, sama baiknya, sama nilainya. Terus mana yang harus kita pilih?

Memilih pemimpin untuk mempimpin negara ini contohnya. Memilih jodoh misalnya. Memilih pekerjaan yang terbaik untuk kita misalnya. Memilih untuk membeli rumah misalnya. Memilih untuk berbisnis di bidang apa misalnya. Dan misal-misal lainnya yang cenderung tidak mudah untuk diputuskan dalam sekejap.

Dan subhanallah, Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan suatu metode, yang mungkin kita sering lupa, yakni shalat istikharah. Shalat untuk meminta kepada Allah menemukan pilihan terbaik antara dua perkara atau lebih. Dalam segala urusan!

Daripada Anda pusing mikirin mana yang terbaik, mintalah permohonan kepada Allah untuk memilih yang terbaik. Dan pilihan karena shalat istikharah, insya Allah akan membuat kita makin nyaman dan tenang. Yakin seyakin-yakinnya!

Dari Jabir r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. mengajarkan kepada kita cara melakukan shalat istikharah -yakni mohon pilihan kepada Allah, mana yang terbaik antara dua perkara atau beberapa perkara- dalam segala macam urusan, sebagaimana beliau s.a.w. mengajarkan surat dari al-Quran. Beliau s.a.w. bersabda: “Jikalau seorang dari engkau semua berkehendak pada sesuatu perkara, maka hendaklah shalat dua rakaat yang tidak termasuk shalat fardhu, kemudian ucapkanlah -yang artinya-: Ya Allah, saya mohon pilihan kepadaMu dengan ilmuMu dan saya mohon ditakdirkan -untuk mendapatkan yang terbaik antara dua atau beberapa perkara- dengan kekuasaanMu, juga saya mohon kepadaMu akan keutamaanMu yang agung, karena sesungguhnya Engkau adalah Maha Kuasa sedang saya tidak kuasa apa-apa, juga Engkau adalah Maha Mengetahui sedang saya tidak mengetahui dan Engkau adalah Maha Mengetahui segala sesuatu yang ghaib. Ya Allah, jikalau Engkau mengetahui bahwa perkara ini memang baik untuk agamaku, kehidupanku dan akibat perkaraku -atau beliau s.a.w. menyabdakan: baik untuk urusanku sekarang dan urusanku di kemudian hari-, maka takdirkanlah itu untukku dan permudahkanlah mendapatkannya padaku, selanjutnya berilah keberkahan padaku dalam urusan itu. Tetapi jikalau Engkau mengetahui bahwa perkara ini adalah buruk untuk agamaku, kehidupanku dan akibat perkaraku -atau beliau s.a.w. menyabdakan: baik untuk urusanku sekarang dan urusanku di kemudian hari-, maka belokkanlah itu dari diriku dan belokkanlah aku daripadanya, lalu takdirkanlah mana-mana yang baik untukku di mana saja adanya kebaikan itu dan seterusnya berikanlah keridhaan padaku dengan melakukan yang baik tadi.” Beliau s.a.w. bersabda: “Dan orang yang melakukan istikharah itu supaya menyebutkan apa yang menjadi hajat keperluannya.” (Riwayat Bukhari)

Cukup 2 rakaat dan insya Allah menjadi 2 rakaat yang melapangkan jalan kehidupan terbaikmu. Aamiin!

 

Leave a Reply