Belajar Dari Cerita Nabi Musa

, , Leave a comment

2014 09 018 ALLAHAllah menceritakan Nabi Musa, salah satunya, ada di QS Al-Qashas mulai ayat 3 sampai dengan 43. Nabi Musa diliputi ketakutan dan rasa cemas. Mungkin bagi manusia awam seperti kita ini, ini adalah ujian yang sudah pada puncaknya, seolah tiada harapan lagi.

Ketika itu Fir’aun menjajah habis-habisan Bani Israil, membantai setiap bayi lelaki, membuat lemah setiap sendi kehidupan Bani Israil. Nabi Musa lahir dan Allah perintahkan ibunda Nabi Musa untuk melabuhkan Musa (kecil) ke sungai agar terhindar dari pembantaian. Ndilalahnya, Musa kecil ditemukan keluarga Fir’aun dan diasuh oleh mereka. Setelah dewasa Nabi Musa melarikan diri dari kerajaan Fir’aun. Dan Fir’aun mencari Nabi Musa yang berlari menuju kota Madyan.

Di tengah pelariannya, Nabi Musa berdoa

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. Al-Qashas: 24).

Ini doa yang sangat menakjubkan, doa yang mengobati sekian banyak kegelisahan yang dialami Nabi Musa. Di saat itu Nabi Musa merasa sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan. Tapi tidak ada keluarga, tidak ada pekerjaan, tidak ada tempat untuk curhat dan mengadu dan tidak mungkin kembali ke kandang Fir’aun di Mesir.

Kemudian datanglah dua wanita yang mengantri untuk mengambil air untuk ternaknya, namun mereka kesulitan. Nabi Musa pun membantunya. Kala itu ia berdoa dengan doa tersebut di atas.

فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Musa memberi minum ternak itu untuk menolong kedua wanita itu, kemudian dia duduk di tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku “. (QS. Al-Qashas: 24).

Allah sedikit demi sedikit menghilangkan keresahan Nabi Musa. Salah satu dari wanita itu menawarkan agar Nabi Musa bersedia mampir ke rumahnya dan bertemu ayahnya. Singkat cerita beliau menikah dengan salah satu putri dari ayah tersebut. Nabi Musa mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal yang aman di kota Madyan. Nabi Musa mendapatkan tongkat mukjizatnya.

Kemudian, Nabi Musa kemudian diajak Allah untuk menuju lembah berkah dan Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa dan menjadikannya sebagai Nabi. Nabi Musa mendapatkan banyak Mukjizat untuk melawan Firaun. Allah mengangkat Harun, saudara Nabi Musa, sebagai Nabi untuk membantu Nabi Musa dalam berdakwah. Dan puncaknya Allah memenangkan Nabi Musa dan menenggelamkan Fir’aun di laut Merah.

Kesuksesan bertubi-tubi dimulai dari doa kepada Allah dengan penuh rasa harap, merasa fakir di hadapan Allah, memohon agar Allah memberikan banyak kebaikan. Doa yang menghadirkan hati, bukan sekedar lisan, menjadi doa yang mustajab. Karena kita bisa menjadi merasa sangat dekat dengan Allah sehingga doa menjadi sangat berkualitas.

Sebagaimana yang dinyatakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahulilah bahwa Allah tidak akan memperkenankan doa dari seorang hamba yang hatinya lalai.” (HR. Turmudzi 3479, Hakim dalam al-Mustadrak 1817 dan dihasankan oleh al-Albani).

Semoga setelah membaca ini, kita berdoa dengan melibatkan hati dan penuh keyakinan untuk dikabulkan. Percayalah bahwa Allah selalu membantu kita .  Semoga yang sedang menemui masalah, segera diringankan masalahnya. Aamiin.

 

 

Leave a Reply