Belajar Branding

2012 07 14 Angkringan Alun Alun JogjaDulu saya pernah berkeinginan punya usaha advertising. Dua kali mencoba dan membuka dengan basmalah, akhirnya ditutup juga dengan hamdalah. Keduanya bubar jalan sebelum sempat tumbuh berkembang. Keduanya bubar jalan setelah dapat klien pertama. Mungkin karena saya jebolan D3 Advertising, jadi tertarik tentang dunia ini. Ah sudahlah!

Tetapi belakangan ini, 7-8 tahun ini, gelora itu muncul lagi. Apalagi kemampuan diri atas Corel,  Photoshop, Photografi dan Video Editing makin hari makin terasah dengan memenuhi kebutuhan sendiri atas iklan, media promosi dll. Dan yang menarik hati belakangan ini adalah BRANDING!

Branding dulu saya kira adalah paket logo. Hehehe. Ternyata setelah coba saya pelajari lebih lanjut, saya download beberapa materi dari SlideShare.net. Baru tau bahwa branding tidak sekedar logo identity dan media promo. Salah satu materi yang saya download berjudul Intro to Branding & Brand Management yang disusun oleh E3Langi. Ia mengatakan bahwa “Brand is not just a logo nor identity.” Branding digambarkan lebih besar dari itu semua.

Jadi branding itu apa ya?

Menurut Jay Baer, Branding adalah seni menyetarakan, mensejajarkan (aligning) antara apa yang Anda inginkan orang lain berpikir tentang Anda, usaha Anda dan atau produk Anda dengan apa yang orang lain pikirkan tentang itu semua. Pengertian lain adalah bahwa Branding itu praktek marketing dalam menciptakan nama, simbol atau desain yang mengidentifikasi dan mendiferensiasi produk dengan produk lainnya.

Simplenya saya, branding adalah pencitraan. Nah! Cuma kalau kata “pencitraan” biasanya digunakan dalam wilayah politik. Sedangkan kata “branding” lebih dekat ke marketing atau bisnis. Toh para politikus kan harus menjual, makanya butuh branding. Eh pencitraan!

Terus bedanya branding dengan marketing itu apa?

Marketing memang berkontribusi kepada sebuah brand. Tapi brand itu lebih besar daripada segala usaha dalam bidang marketing. Brand itu apa yang tertanam dalam benak konsumen atau masyarakat setelah marketing melakukan semua tugasnya. Brand itu masalah persepsi yang tertanam, beli atau tidak beli.

Perbedaan lain lagi, bila marketing itu berusaha membuat orang lain membeli, sedangkan branding berusaha membuat orang lain setia! Mirip orang mau menikah saja. Marketing proses lamaran dan calon mengiyakan. Sedangkan branding itu menikah dan hidup langgeng. Nah!

Branding kan mahal?

Ya, pada investasi awal memang cenderung mahal. Tapi “tingkat pengembalian investasinya” adalah loyalitas, tim penjualan yang lebih mudah menjual dan lebih efektif, karyawan yang bekerja lebih keras dan setia, serta konsumen yang menjadi “brand ambassadors” dan penasehat organisasi Anda.

Jadi apa branding Anda? Abad Media siap membantu Anda. Visit AbadRekan.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *