Berat Badan Bayi Tidak Naik-Naik?

vekYTdOaAnakku Keenan Atha Danishvara yang lahir 9 September 2015, kini berusia 2 bulan 10 hari. Pagi tadi ia aku timbang berat badannya. Alhamdulillah sudah 4,4 kg. Waktu lahir, berat badannya 3,1 kg. Seminggu kemudian turun ke 2,8kg. Sebulan dari lahir, tetep 2,8 kg. Naah looooh…

Pada awal-awal bulan, Danishvara itu kalau nenen lama banget. Bisa 2 jam buat nenenin aja. Sampai-sampai istriku bilang gak ada waktu buat yang lain, cuma nenenin Danishvara aja. Tapi setelah sebulan, berat badannya kok gak naik. Waaa dalah…. Kami panik pada waktu itu.

Sampai akhirnya kami bawa ke dokter langganan kami. Dokter tanya, Danishvara kalau nenen bagaimana, dijawab ya nenen terus sih. (Ya iya lah nenen terus, 2 jam nenen gitu). Kemudian dokter memeriksa detak jantungnya. Katanya kalau berat badan gak naik, bisa jadi ada kelainan jantung. Gleg!

Tapi detak jantungnya seperti tidak ada masalah. (Alhamdulillah batinku). Kemudian dokter memperkirakan ada infeksi dalam saluran kencing. Kemudian beliau menulis resep dan dapatlah kami antibiotik.

Fyi, kami lumayan anti dengan antibiotik untuk bayi. Jadi kami gojag-gajeg (ragu-ragu) untuk memberitahukannya. Tapi akhirnya kami berikan juga (nyerah deh). Nah, setelah diberi antibiotik, kok malah Danishvara buang air besar tidak seperti biasanya. Wadduuuh…

Akhirnya kami gooling apa sih penyebab berat badan bayi tidak naik. Sampai saudara kembar istriku bilang “tongue tie”. Sebenarnya waktu googling, saya memang menemukan kata itu, tapi saya gak begitu memperhatikan. Karena keterangan awalnya adalah kelainan pada lidah. Saya merasa lidah Danishvara tidak ada kelainan.

Baru setelah itu saya mencari tau lebih dalam lagi tentang tongue tie. Tongue tie adalah selaput di bawah lidah yang menghubungkan lidah dengan lantai mulut (apa ya istilah yang pas). Nah selaput lidah tersebut menghubungkan lantai mulut dengan lidah Danishvara nyaris sampai ujung. Sehingga Danishvara tidak bisa melet dengan panjang. Padahal untuk menyusu dengan maksimal, lidah sangat diperlukan untuk menekan agar air susu ibu keluar dengan deras.

Naaaah

Kemudian saya dan istri bawa Danishvara ke dokter lainnya. Kami konsultasikan tentang tongue tie. Dan benar adanya, dokter merekomendasikan pemotongan tongue tie tersebut. Kami pun direkomendasikan ke dokter THT untuk berkonsultasi lebih lanjut. Dan dokter THT menyakinkan hal tersebut. Dan merekomendasikan hal yang sama agar mudah menyusu dan kalau dewasa kelak, Danishvara tidak cadel.

Kami minta waktu untuk berpikir dan butuh waktu seminggu untuk sekedar merenung, apakah harus dipotong atau tidak. Kami sendiri tidak yakin 100%. Apalagi dengar cerita kanan kiri, kalau tidak dipotong juga tidak apa-apa. (Yang pernah punya anak, you know lah rasanya gimana terpingpong kehebatan informasiĀ  hehehe).

KgYjqiDRSampai akhirnya kami putuskan untuk memotong tongue tie Danishvara. Dan bersama dokter laktasi, Danishvara belajar lagi menyusu. Dibantu dengan susu sapi beberapa hari.

Namun sekarang Danisvhara tidak lagi bergantung dengan susu sapi. Danishvara sangat lancar menyusu. Dan Danishvara berat badannya naik. Dan sekarang sudah 4,4 kg. Naik sekitar 1,6 kg dalam 3 minggu dari sebelumnya tidak naik sama sekali.

Alhamdulillah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *