Yuk Jualan Online

2012 01 24 lampu keraton kasepuhan cirebonSudah punya bisnis? Sudah dionlinekan belum? Online sekarang sudah merajalela kemana-mana. Rasanya kalau belum online itu belum “well”. Sampai-sampai ada istilah “Mangan ora mangan, sing penting online” (makan gak makan yang penting online), berubah dari “Mangan ora mangan sing penting kumpul” (makan gak makan yang penting kumpul). 

Smartphone (telpun pintar) sudah jadi semacam gadget wajib semua orang. Dari yang murah sampai yang mahal, semua bisa untuk online. Walau kadang hanya untuk sekedar update status facebook atau stalking status mantan. Bisa jadi lebih banyak baca status facebook daripada baca Qur’an. Hayoooo …..

Nah buat yang sudah punya bisnis dan sudah online, tapi gak closing-closing via online, mungkin beberapa tips berikut ini bisa digunakan untuk makin mencetarbahanakan bisnismu. Saya sudah membuktikan! Dan mungkin tips saya tidak istimewa dibandingkan dengan tips-tips para internet marketer di luar sana. Meski tidak istimewa, tapi alhamdulillah, saya closing banyak!

Untuk go online saya punya konsep Web Content, Social Media, dan Advertising.

Web Content, Web ini menjadi media untuk memberikan informasi tentang produk kita. Saking topuler-nya (Top dan Populer) dunia online, makin banyak orang malas angkat telpon untuk bertanya mengenai produk. Para customer memiliki geser kecenderungan untuk mengeksplor alias stalking produk kita di web. Dia membaca dan menelaah produk kita. Bila cocok, baru take action untuk angkat telpon atau datang ke toko kita.

Content ini tidak melulu berisi produk, tapi bisa menjadi media kita untuk menginformasikan program promosi. Misal beli hari ini diskon bla bla bla atau Gratis anu untuk pembelian bulan Januari atau apalah yang menjadi program promosi Anda. Nah penting untuk membuat content yang kontinyu, konon katanya crawling dari google bisa lebih better.

Hayo, sudah punya web???

Social Media, Social Media sebagai alat untuk berinteraksi. Bisa menggantikan semacam SMS atau email. Social Media juga menjadi alat komunikasi untuk mendekatkan diri dengan calon customer. Informasi ringan bisa diupdate lebih banyak daripada di web. Sebagai media untuk menggiring customer ke web kita atau datang ke toko kita atau apapun yang penting closing. Sederhana saja, pola beli customer sekarang bila dia merasa dekat dengan produk, tentu produk dibelinya bukan? Nah social media ini sarananya.

Social media ini semacam kolam ikan atau tempat berkumpulnya ikan, sehingga kita mudah mengambil ikan, bahkan tanpa kail. Hayo, sudah punya social media? Facebook atau Twitter atau Youtube? Silahkan saja…

Advertising, Yes, online pun juga punya media advertising. Social media maupun mesin pencari juga memberikan fasilitas tersebut. Apalagi social media banyak yang menyimpan data diri penggunanya. Mulai umur, hobby, group, tempat tinggal/domisili. Fasilitas advertising di social media memungkinkan kita untuk “menembak” specific target market alias sasaran tembak pasar kita yang lebih spesifik.

Berbayar memang, namun ongkosnya menurut saya pretty cheap dibandingkan beriklan secara konvensional. Sebagai pembanding, bulan ini saya beriklan menghabiskan 600 ribuan, tapi mampu membawa konsumen dengan nilai 400 jutaan. Di sisi lain, saya beriklan di koran lokal dengan biaya 3,5 juta, dan menghasilkan konsumen dengan nilai 600 jutaan. Kalah omzet, tapi lihatlah efektifitas iklannya. 600ribu banding 400juta dengan 3,5 juta banding 600 juta. Pretty cheap bukan?

Yuk jualan online!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *