Tiga Strategi Menyusun Product Strength

, , 1 Comment

BANNER BARUArtikel sebelumnya membahas pentingnya menyusun keunggulan dagangan kita. Bisa jadi Anda belum menyusunnya dengan baik, mungkin saja sudah benar, tapi mungkin juga belum lengkiiiip alias lengkap.  Nah kali ini artikel ini akan membahas bagaimana cara menyusunnya atau bagaimana cara mencari keunggulan-keunggulan produk kita. Agar kita punya banyak “senjata” untuk menembak target market dengan tepat, benar dan langsung jualan cepet!

Terkait dengan harga, Berapa harga dari produkmu? Apakah harga premium atau harga standar? Lebih murah? Ada 3 pilihan, harga premium, harga standar, harga lebih murah. Well, gampang kalau harga lebih murah. Anda bisa pasang itu sebagai keunggulan produk Anda (tentu ditambah dengan keunggulan lainnya). Agak lebih mudah pula bila harga premium karena orang mau membayar lebih mahal bila pelayanan lebih. Jadi pelayanan bisa menjadi unggulan dari produkmu. Bagaimana jika harga standar, sama saja dengan orang lain?

Coba pikirkan dengan cara pembayaran. Misal bisa diangsur, berapa kali, bandingkan dulu dengan pesaing Anda. Coba pikirkan dengan keunggulan lainnya, misal harga sama, tapi produk lebih tahan lama. Coba pikirkan dengan diskon lebih bila pembelian unit minimal x unit.

Contoh bahasa promo : Beli 4 gratis 1. (sama dengan Anda menjual diskon sampai dengan 20% per unit). Beli Cash Lebih Hemat 25.000 (sama dengan anda mendiskon 25 ribu, tapi bukan ditunjukkan dengan prosentase). Dapat Diangsur 12 Kali atau Hanya 10 Jutaan per Bulan (bila anda jualan harga 120 juta, dibayarkan 12 kali).

Anda bisa variasikan sendiri dengan lebih kreatif.

Terkait dengan produk itu sendiri, Nah, kelompokkan keunggulan terkait langsung dengan produk kita, bisa dimulai dari menggunakan bahan apa, mampu tahan berapa lama, sudah digunakan oleh siapa, memiliki fungsi apa saja, bagaimana cara memprosesnya. Tentu saja Anda tidak perlu menjawab semua pertanyaan di atas. Meski keunggulan produk Anda hanya salah satu dari 5 pertanyaan di atas, pastikan bahwa itu UNIK atau SPESIFIK.

Misalkan rumah yang Anda jual adalah yang pertama kali menggunakan material WPC di kota Anda. Nah ini bisa menjadi keunggulan Anda bukan? Misalkan jilbab produk Anda sudah dipakai oleh Syahrini, ini bisa menjadi “endorser” bagi produk Anda juga. Misalkan produk Anda mendapat lisensi dari MakErot (hehehehe). Misalkan lampu produksi Anda hanya 5 watt tapi setara 200 watt, ini kan unik, spesifik. Hehehe

Ayo gali lagi yang lain ….

Terkait dengan lokasi, Lokasi ini tidak melulu mengenai lokasi tempat Anda memajang produk, tapi juga lokasi dimana Anda memasang media promosi, serta lokasi dimana target market Anda berkumpul atau berada. Tetapi mengenai media promo dan target market, kita bahas mendetil di lain artikel.

Yang main bisnis properti, lokasi biasanya menjadi unggulan utama. Bagi yang tidak main properti, ada 2 pilihan, menjual produk di 1 lokasi tertentu atau menyebar produk diberbagai lokasi penjualan. Dan satu lagi memasarkan melalui dunia online. Intinya bagaimana Anda mengemas lokasi dagangan Anda agar lebih mudah dibeli oleh orang.

Misalkan seperti Dagadu medio tahun 90an, hanya memiliki 1 outlet di Malioboro Mall maka mereka menggunakan tagline “Hanya dan Hanya Jika di Malioboro Mall”. Nah untuk pesanan melalui online ada istilah PESAWAT alias Pesanan Lewat Kawat, jadi beda tho walau sama2 jualan online?

Anda bisa mencontoh strategi Bakpia Djokja yang membranding banyak pedagang bakpia di segala penjuru kota Jogja untuk menjual produknya.

Ayo mau jualan dimana?

Nah sekarang, saya yakin Anda bisa menyusun minimal 5 keunggulan produk Anda sendiri.

 

One Response

Leave a Reply