Skip to Content
Aryo
Diponegoro
Belajar Dari Cerita Siti Hajar dan Ismail
#SeriSpiritual aryodiponegoro / August 28, 2015

IMAGE FOR WEB ADMungkin Anda pernah dalam kondisi terpuruk, merasa terhimpit dan lelah menjalani hidup. Saya dulu pernah mengalami hal yang sama. Namun ada satu cerita yang selalu membangkitkan semangat saya, dan insya Allah semangat kita semua. Cerita ini menyakinkan saya, bahwa Tuhan adalah sebaik-baiknya Sang Penolong.

Suatu saat Nabi Ibrahim diperintah Allah untuk meninggalkan Siti Hajar dan anaknya Ismail di sebuah gurun pasir gersang. Kelak menjadi kota Makkah. Nabi Ibrahim kembali ke kota asalnya Kan’aan dengan keyakinan bahwa anak dan istrinya ada dalam pengawasan Allah.

Dalam kondisi berdua, Ismail menangis karena lapar dan dahaga. Siti Hajar sang ibu berusaha mencari air. Ia melihat bukit Shafa, dilihatnya ada kemilau air. Ia setengah berlari menuju bukit itu. Sesampainya di sana, tidak ia jumpai air setetespun.

Ia melihat bukit Marwa, dilihatnya ada kemilau air. Ia setengah berlari menuju bukit itu. Sesampainya di sana, tidak ia jumpai air setetespun. Kembali lagi ia berlari ke bukit Shafa. Kembali lagi ke bukit Marwa hingga 7 kali. Dan tidak setetespun air ia temui.

Di tengah kepasrahannya, Hajar kembali ke Ismail yang ditinggalnya mencari air.  Ismail diam tidak menangis. Ia tersentak kaget bercampur bahagia melihat air yang mengalir di bawah kaki bayinya. Air itu muncul bekas hentakan kaki bayinya saat menangis. Ia pun mencidukkan air tersebut dengan tangannya dan memberi minum bayinya. Ia pun tak henti-hentinya memuji Allah atas rahmat yang dianugerahkan kepadanya.

Cerita ini saya ambil dari buku “Misteri Ka’bah”, buku terjemahan dari The Ka’bah yang diterbitkan penerbit Zaman.

Saya membayangkan situasi yang kalut, galau, terik panas, gersang. Seorang wanita berusaha keras mencari air untuk kehidupan untuk anaknya. Ini situasi yang sangat berat. Jauh lebih berat dari sekedar masalah-masalah bisnis atau sekedar percintaan. Namun ia tetap BERUSAHA keras dan BERDOA serta PASRAH kepada Tuhan. Dan Tuhan pasti akan menolong kita.

Terima kasih telah membaca artikel saya. Silahkan share bila bermanfaat. Sebarkan kepada orang-orang yang Anda sayangi. Anda juga dapat bergabung Channel Telegram Rapid Marketing Strategy di http://t.me/SinauMarketing dan Channel Telegram Strategi Membeli Rumah Pertama dan Investasi Properti di http://t.me/SinauProperti . Pastikan Anda terkoneksi dengan aplikasi Telegram.

Semoga kita bisa meneladani semua cerita ini. Aamiin.

Comments
Lutfi Prasetyo says:

aamiin ya rob. Semoga saya juga bisa mengambil hikmah dari siti hajar dan nabi ismail 🙂

Leave a Reply to Lutfi Prasetyo Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ARYO DIPONEGORO © 2022