Sudah Bawa Bekal Untuk Bisnis?!; Belajar Dari Puasa

, , 2 Comments

2014 09 17 DETOX HYDRATE ENERGIZE REFRESHSalah satu “ritual” berpuasa adalah makan sahur. Sahur dilakukan sebelum adzan shubuh. Dan Shubuh menjadi batas untuk berhentinya makan atau minum alias titik nol mulai berpuasa. Dan sahur menjadi semacam bekal dalam menjalankan ibadah puasa, agar tubuh mampu tetap bekerja dengan baik di siang harinya.

Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makan sahur itu ada berkahnya.”

Berarti puasa mengajarkan kita bahwa kita harus memiliki bekal bilamana akan menjalankan sesuatu. Begitu pula ketika kita akan berbisnis atau berjualan, tentu butuh bekal pula bukan?!

Bekal apa saja yang penting kita bawa dalam mulai berbisnis?

Pertama, bekali diri Anda dengan SKILL atau keahlian atau kemampuan. Hampir semua pebisnis yang saya kenal, rata-rata mereka memiliki satu keahlian yang selalu diasah. Ada yang jago arsitektur, dia asah kemampuan arsitekturalnya kemudian dia bisnis desain arsitektur. Ada yang jago legal di dunia properti, kebetulan lulusan sarjana hukum, jadilah dia penasehat hukum khusus properti. Ada yang jago sales obat, kemudian terjun ke bisnis properti, jualan properti ternyata juga hoki.

Nah bekal skill ini perlu ditumbuhkan dan diasah. Ditumbuhkan dengan asupan-asupan energi positif ke otak alias belajar baik dari buku, seminar, training, on the job training. Dan diasah dalam kasus-kasus nyata dalam bisnis. Makin hari bakal makin jago.

Mulai sekarang, coba catat ulang, apa saja kemampuan diri Anda, skill apa saja yang Anda miliki. Nah nanti akan muncul semacam STRENGTH ANALYSIS terhadap diri Anda sendiri yang bakal menjadi bekal Anda untuk terjun.

Silaturahmi adalah adalah ibu dari segala aksi

Kedua, bekali diri Anda dengan JARINGAN atau perbanyak JARINGAN alias NETWORK. Seperti quote di atas, bahwa ibu dari segala aksi adalah silaturahmi. Nah silaturahmi ini akan makin luas bila makin luas jaringan kita.

Contoh, Anda punya skill menjual. Misalkan saja jualan sepatu. Anda harus  mencari jaringan para distributor sepatu bukan. Tidak berhenti di sini, Anda masih membutuhkan toko-toko atau reseller-reseller sepatu yang menjual kepada end user (konsumen akhir). Maka Anda juga harus mencari jaringan toko-toko atau reseller-reseller alat olah raga, misalnya.

Contoh lain, Anda butuh modal bisnis untuk bisnis warung kopi. Kemana harus mencari modalnya? Bisa ke saudara dekat, keluarga, teman SD, teman SMP, teman SMA, teman kuliah, teman main, temannya teman, saudaranya saudara. Nah ini juga bagian dari apa yang disebut jaringan bukan?

Ketiga, bekali diri Anda dengan MEDIA. MEDIA ini bisa multiintepretasi atau banyak makna. Kendaraan juga bisa dianggap media. Toko juga media. Blog juga media. Kartunama juga media. Apapun itu MEDIA adalah alat bantu Anda untuk memperkenalkan siapa diri Anda.

Misalkan saja Anda mau bisnis kulit sapi finishing samak. Tentu kartunama Anda bukan kartunama broker properti bukan? Bikin kartunama yang sesuai dengan bisnis Anda. Atau bila mana ingin menyentuh lebih luas lagi, buatlah website khusus jualan kulit sapi samak.

Atau yang paling simpel adalah social media. Pertanyaannya, apakah social media Anda sudah memperlihatkan apa bisnis Anda? Dari pada diisi dengan status galau, mending diisi dengan status bisnis bukan? Biar mudah closing! 😀

Nah setidaknya ada 3 bekal sahur bisnis Anda yang mutlak Anda harus miliki. Sudah?

 

 

2 Responses

  1. Riant Raafi

    July 26, 2015 2:02 am

    Mantap! 3 poin tapi semuanya esensi, saya setuju banget sama yang kedua yaitu silaturahim. Tapi kadang saya yang merasa “introvert” jadi agak susah memulai duluan dalam suatu pertemanan di komunitas maupun sekedar ngobrol sesama peserta di seminar. Gimana ya cara mengatasi itu?

    — by the way, bisa dilihat post saya tentang bagaimana memulai bisnis dengan mudah 🙂

    Reply

Leave a Reply