Menakar Profitabilitas Sebuah Investasi

, , 1 Comment

Ada kutipan dari Tony Fernandez, owner AirAsia, yang disampaikan dalam acara The Apprentice Asia. Business is simple. Make a profit. Bisnis itu sederhana. buatlah profit. Sebagai investor, profitabilitas menjadi salah satu dasar mengapa berinvestasi. 

Business is simple. Make a profit. By Tony Fernandez, owner AirAsia

Untuk bisa dinyatakan profit, tentunya bisnis musti berjalan terlebih dahulu dan terbukti dengan adanya laporan keuangan. Ya, ini berlaku untuk bisnis yang sudah berjalan. Bagaimana dengan bisnis yang masih baru atau bahkan belum berjalan? Profitabilitas bisa dirujuk dalam Indikator Kelayakan Bisnis. Jangan baca 5 Metode Ini Bikin Studi Kelayakan Bisnismu Makin Komplit.

Ada 3 pendekatan untuk menakar Profitabilitas Sebuah Investasi atau pun bisnis.

Pertama, Ada kawan saya,sebut saja A, mengatakan, “saya yang penting tiap rumah bisa untung 25 juta. Kerjaan 4 bulan dapat duit 25 juta. Ibarat gajian 8 jutaan per bulan. Siapa lagi yang bisa gaji kalau bukan properti?”. Ini berarti si A melakukan pendekatan profit menggunakan NET PROFIT.

Kedua, Kawan saya lainnya, si B, mengatakan, “saya yang penting tiap rumah ambil 20% profit”. Nah, Si B, melakukan pendekatan profit menggunakan PROFIT MARGIN. Berapapun harga yang dia jual, profit yang dikejar adalah 20%.

Ketiga, Kawan saya lainnya, si C mengatakan, “saya yang penting uang yang saya tanam, bisa berkembang lebih daripada menyimpan emas.”. Ini berarti si C melakukan pendekatan profit menggunakan RETURN ON INVESTMENT.

Mana yang lebih baik? Semuanya adalah baik! KArena yang namanya PROFIT itu adalah masalah ACCEPTANCE alias keikhlasan menerima. Jadi semuanya baik ketika semua pihak menerima.

Ijinkan saya mengimbuhi kutipan Mr. Tony Fernandez. Business is simple. Make a profit. But profit is not all about money. It’s about blessing. Bisnis itu sederhana. Buatlah profit.  Tapi profit tak selalu uang. Tapi BERKAH!

 

One Response

Leave a Reply