Terlambat yang Disyukuri

, , 2 Comments

2012 01 28 Tiga Ikan - MalangTahun 2003, seorang lulusan Sarjana mencoba melamar pekerjaan di beberapa perusahaan. Dari sekian ratus lamaran yang dikirimkan, pada suatu saat diundang untuk mengikuti tes tertulis di sebuah perusahaan otomotif terkemuka di Indonesia. Tak disangka, dia lolos dan mengikuti tes berikutnya dan berikutnya sampai pada akhirnya tinggal 2 orang kandidat. Dia dan satu orang lainnya.

Tes terakhir adalah wawancara dengan manager HRD pada jam 7:30. Dasar mantan mahasiswa, jam-jam segitu adalah jam-jam malas apalagi Jakarta dipenuhi dengan kemacetan. Walhasil, sang Sarjana terlambat kurang lebih 1 jam.

Setelah menunggu beberapa saat, tibalah saatnya dia diwawancara. Tak lebih dari 5 menit.

“Wah sudah pasti TIDAK DITERIMA bekerja”, batin sang Sarjana.

Seminggu berlalu, dua minggu berlalu, sebulan berlalu. Sang Sarjana menyesal atas keterlambatannya. Keterlambatan yang ternyata memutus impiannya berkarier di perusahaan terkemuka tersebut.

————– singkat cerita —————–

Tujuh tahun kemudian, sang Sarjana sudah menjadi pebisnis dan seorang motivator bisnis. Sebuah perusahaan otomotif terkemuka mengundangnya untuk memberikan motivasi kepada karyawan-karyawannya. Sebuah kesempatan yang tidak disia-siakan tentunya.

“Jika aku tidak terlambat pada waktu itu, mungkin aku yang duduk di meja mendengarkan seorang motivator berbicara”, batin sang Sarjana.

Pesawat terbang yang menghantarkannya ke Jakarta ternyata terlambat 1 jam. Dan sampai di aula perusahaan tersebut, sang Sarjana tepat terlambat 2 jam.

“Jika dulu terlambat 1 jam, aku bisa berdiri di depan. Dan sekarang aku terlambat lagi 2 jam. Yakin pasti menjadi orang yang “lebih” lagi!”, teriak batin sang Sarjana

Sungguh sebuah KETERLAMBATAN yang DISYUKURI.  Pesan moral : Syukuri setiap langkahmu. Semua adalah karunia Tuhan.

 

2 Responses

Leave a Reply