Sudah Lama Menikah, Tapi Belum Juga Hamil?

, , 22 Comments

IMG-20150210-WA0022Saya menikahi istri saya lebih dari 11 tahun lalu. Tepatnya bulan April 2004. Ketika itu usia saya masih 26 tahun. Masih bekerja di sebuah perusahaan transporter di Jakarta. Tahun pertama menikah, kami memang sepakat untuk tidak memiliki momongan terlebih dahulu.

Sampai dengan tahun kedua, kami juga belum dikaruniai momongan. Saya pribadi sebagai laki-laki tidak begitu mempermasalahkan. Tapi istri saya tentunya kepikiran. Berangkatlah kami ke beberapa dokter kandungan, pengobatan alternatif, dokter herbal. Alhamdulillah hasilnya masih saja belum dikaruniai momongan.

Probabilitas Kehamilan

Tapi saya belajar banyak dari dokter-dokter itu. Apa yang saya pelajari?

  1. Jutaan sperma hanya terpilih 1 untuk membuahi 1 ovum (ada beberapa kasus mampu membuahi 2 ovum sehingga lahir kembar). Jadi kesempatan terjadinya kelahiran itu 1 ovum per jutaan sperma. Kecil sekali bukan? Jadi bilamana Anda sekarang hidup di dunia, kelahiran Anda adalah kesuksesan Anda yang pertama.
  2. Ovum yang bisa dibuahi hanya 1 ovum. Sering disebut ovum matang. Ovum matang ini hanya 1 dari ribuan ovum yang dihasilkan oleh wanita. Ketika saya tanyakan lagi, apakah dalam 1 masa ovulasi pasti ada telur yang matang. Jawabnya adalah belum tentu dalam 1 masa ovulasi ada 1 telur yang matang. Nah lho! Kecil sekali kemungkinan 1 banding ribuan ovum. Sekali lagi bilamana Anda sekarang hidup di dunia, kelahiran Anda adalah kesuksesan Anda yang pertama.
  3. Nah faktor waktu juga menentukan. Ovum yang matang itu hanya hidup tidak lebih dari 12 jam. Berarti kesempatan untuk membuahi ovum adalah 12 jam per 30 hari (24 jam x 30 hari = 720 jam).

Mengenai angka-angka, saya tidak begitu paham karena tidak mempelajari biologi lebih mendalam. Angka-angka di atas hasil dialog kami dengan dokter-dokter yang kami kunjungi. Mohon mencari rujukan yang lebih jelas lagi.

probabilitas

Iseng-iseng saya coba hitung kesempatan kehamilan dengan metode probabilitas. Anggap saja 1 kali ejakulasi = 1 juta sperma. (Dikalikan dengan) anggap pula 1 masa ovulasi wanita menghasilkan 1000 ovum. (Dikalikan dengan) 12 jam banding 720 jam. Maka probabilitas kehamilan adalah 0,0000000017%. Padahal 1 kali ejakulasi, rata-rata lelaki menghasilkan 70 juta sperma.

2 Faktor Utama

Menurut dokter saya, beliau menyampaikan bahwa ilmu mengenai kehamilan ini belum ada kemajuan sejak tahun 60an (atau 70an saya lupa). Dan faktor utama kehamilan adalah Tuhan. “Bersyukur saja belum punya anak, mungkin dikaruniai waktu luang untuk banyak-banyak berduaan,”. Begitu kata dokter saya.

Saya bertanya kepada dokter saya, faktor apa yang membuat ovum itu bisa matang? Jawab ada 2 faktor. Pertama adalah masalah asupan gizi atau makanan yang kita makan. Dokter menyarankan meminum vitamin E untuk istri saya atau makanan yang banyak menghasilkan vitamin E. Kedua adalah faktor psikis. Wah ini artinya istri saya harus selalu bahagia atau selalu tenang, tidak panik, tidak berpikir negatif. Harus positif dan optimis! Saya pun harus melakukan 2 hal yang sama!

Nah! Jujur saja semenjak itu saya memutuskan untuk tidak lagi datang ke dokter.  Bukan karena saya tidak percaya dokter, tapi saya yakin sudah pegang kunci untuk masalah rencana kehamilan kami. Kejadian ini pada tahun 2010-2011 atau 6-7 tahun pernikahan kami.

Apakah kami menjalankan nasihat dokter tentang 2 faktor itu? Ternyata tidak juga! Kami berdua masih bermalas-malasan untuk memperbaiki diri dengan 2 faktor di atas. Masih bebas makan ini itu, tidak mencari vitamin yang disarankan. Meski hepi-hepinya sih sudah dipastikan kami lebih hepi dari sebelumnya.

Selain hepi, saya masih menyisakan satu keyakinan bahwa istri saya bisa hamil. Saya ingat cerita nabi Zakaria yang tidak kunjung punya anak. Beliau berdoa meminta momongan kepada Allah. Dan akhirnya dikabulkan-Nya. Nabi Zakaria dikaruniai anak bernama Yahya. Cerita Nabi Zakaria ini yang menguatkan saya dan istri saya. Kami yakin akan diberikan kehamilan.

“(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engka u, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeningalku, sedang istriku adalah seseorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akmi mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Yakub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorangyang diridahi. ” (QS. Maryam: 2-6)

“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (memperoleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (QS. Maryam: 7)

“Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua.” (QS. Maryam: 8)

“Tuhan berfirman: ‘Demikianlah.’ Tuhan berfirman: ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali.” (QS. Maryam; 9)

Detoksifikasi

Sedikit cerita agak menyimpang dari tema, tapi sebenarnya nanti berkaitan erat. Mohon Anda sabar membacanya. Bulan November ibu saya jatuh sakit. Dokter bilang ibu saya sudah memasuki fase terminal. Ibarat naik bis, kalau sudah sampai terminal, berarti musti turun. Bayangin aja galaunya saya waktu itu …

Namanya orang sakit, pasti dikunjungi tamu. Dari saudara dan tetangga. Dari yang dekat sampai yang jauh. Dari teman-teman saya, teman-teman istri saya, teman-teman kakak-kakak saya. Dari yang saya kenal sampai yang tiak saya kenal. Dan tamu-tamu sangat mainstream memberikan oleh-oleh kepada yang sakit. Dan oleh-oleh yang paling mainstream adalah buah-buahan.

Saya dan istri adalah orang yang paling longgar waktunya, sehingga saya dan istri lumayan banyak menjaga ibu di rumah sakit. Terutama malam hari hingga pagi hari. Dan tentunya saya dan istri adalah pelahap utama buah-buahan yang jadi oleh-oleh ke ibu saya. Ibu saya tidak bisa makan. Yang makan ya yang jaga. Dan paling banyak yang makan ya saya dan istri.

Inilah detoksifikasi “tanpa sengaja” yang diberikan Allah kepada saya dan istri. Hampir sebulan kami detoksifikasi dengan buah-buahan. Sekaligus menambah vitamin sesuai anjuran dokter. Inget kan, faktor untuk mematangkan ovum dan meningkatkan kualitas sperma adalah asupan makanan. Buah-buahan menjadi alternatif paling baik dibanding makanan cepat saji atau lainnya.

Lebih Mendekat Kepada Tuhan

Singkat cerita ibu saya meninggal tanggal 3 Desember 2014 menjelang magrib setelah hampir sebulan di rumah sakit. Dan seperti jatuh ditimpa tangga, Ibu mertua saya siang hari tanggal 3 Desember 2014 dibawa ke rumah sakit karena sesak nafas. Selang 2 hari atau tepatnya tanggal 5 Desember. Kami kehilangan 2 orang ibu dalam 2 hari. Satu pukulan berat buat saya dan istri saya.

Saya pun bertanya kepada Tuhan, Ya Tuhan, apa rahasia-Mu untukku?

Pukulan berat ini membuat kami ingin untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Menenangkan diri dengan tarikan-tarikan nafas panjang. Menjaga waktu shalat agar lebih ontime. Menambah shalat dengan shalat sunnah bakdiyah, qobliyah, dhuha, tahajud, fajar. Membaca Qur’an.

Pokoknya mementingkan Tuhan dibanding kepentingan lainnya. Termasuk dalam kepentingan berhubungan. Dulu sering kali berhubungan malam hari, hingga tidak tahajud. Paling parah, shubuhnya jadi kesiangan. Dengan berhubungan pagi hari setelah subuh. Malam hari bisa tahajud, shubuhnya bisa ontime. Dan badan lebih fresh karena setelah bangun tidur, sel-sel baru mengganti sel-sel lama.

Bayangin aja deh. Bangun tidur seger, mandi jadi lebih seger, wangi, abis itu berhubungan. Joooss tenan! Bandingkan dengan berhubungan di malam hari. Pagi sampai sore kerja, capek, fisik lelah, meskipun mandi seger dan wangi, tapi tenaganya sudah kempos bukan? Coba deh pagi hari! Selain bisa lebih dekat dengan Tuhan, tentunya tubuh lebih fresh!

Nah lebih mendekat kepada Tuhan inilah salah satu faktor utama yang disebutkan dokter saya di atas. Selain asupan, yakni asupan psikis. Secara psikologi harus hepi. Tapi bukan hepi menurut saya, lebih cenderung kepada spiritual gitu. Ya lebih dekat dengan Tuhan.

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar, dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.(QS. Ath Thalaaq: 2-3).

“(Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan:”Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Hasbunallah Wani’mal-Wakîl”, Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (QS. Ali-Imran 3:173)

Dari Abu Dzar Al-Ghifari Radhiallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa mendekat kepada Allah sejengkal, Allah mendekat kepadanya sehasta. Barangsiapa mendekat kepada Allah sehasta, Dia mendekat kepadanya sedepa. Barangsiapa menghadap Allah sambil berjalan, Allah menghadap kepadanya sambil berlari kecil. Dan Allah lebih tinggi dan lebih mulia, Allah lebih tinggi dan lebih mulia.” Diriwayatkan Ahmad (V/155).

Saya ingat waktu ibu saya baru masuk ke rumah sakit di minggu pertama. Dini hari jam 2 pagi, ibu terbangun, kami bicara banyak, bercerita banyak dan kami berdendang “Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil, Ni’mal Maula Wa Ni’man Nashir”. Yang artinya “Cukuplah Allah menjadi Penolong bagi kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”.

Kabar Gembira Itu

IMG-20150310-WA0038Selang 1 bulan tepatnya Januari 2015, istri saya telat mens 14 hari. Fyi, telat 2 minggu adalah hal biasa yang kami alami selama 10 tahun terakhir. Saya bilang ke istri saya, tunggu 2 hari lagi, nanti saya belikan testpack. Selang 2 hari atau mens telat 16 hari, istri saya membuka test pack itu. Alhamdulillah positif.

Sore harinya kami ke dokter ahli kandungan di salah satu rumah sakit di Cirebon. Dan istri saya dinyatakan positif hamil. Sah! Begitu meluapnya kegembiraan saya! Alhamdulillah ya Allah … entah berapa kali Engkau tolong aku, meski aku penuh dosa.

Dan sekarang usia kandungan istri sudah mencapai 6 bulan lebih menuju bukan ke 7. Insya Allah September 2015 ini akan lahir anak pertama saya yang sudah saya tunggu-tunggu lebih dari 11 tahun. Aamiin

Kesimpulan dan Tambahan

  1. Cukuplah Allah menjadi Penolong dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Perbaiki ibadah Anda, banyak berdoa. Dengan ini kondisi psikis Anda akan membaik dan terus membaik.
  2. Ke Dokter ahli kandungan dan konsultasikan masalah Anda dan ketahui pokok masalahnya dimana. Apakah kualitas sperma atau kualitas ovum?
  3. Makanlah makanan sehat, terutama buah-buahan untuk detoksifikasi dan memperbaiki gizi tubuh. Inti penting untuk kematangan ovum.
  4. Berhubungan di pagi hari setelah Subuh karena tubuh lebih segar dan sel-sel baru mengganti sel-sel lama. Ini penting untuk kualitas sperma.
  5. Berhubunganlah ketika kedua belah pihak memang menginginkan agar ada keselarasan energi. Jangan karena terpaksa melayani suami atau melayani istri. Harus keduanya selaras!
  6. Seperti halnya ilmu afirmasi, lakukan hal di atas berturut-turut minimal 21 hari (kecuali point 3, baca lagi ya)
  7. Kalau berhasil, share ke saya ya 😀

Sebenarnya saya ingin membagi tulisan ini nanti setelah anak saya lahir. Tetapi kami ingin membantu orang-orang yang mengalami hal yang sama. Berbagi cerita.  Semoga bisa menjadi inspirasi Anda.

Oh ya, bila Anda membutuhkan free ebook tentang tulisan saya ini, silahkan download sendiri di KLIK DI SINI.

 

 

 

 

22 Responses

  1. Ari

    June 19, 2015 9:26 pm

    Barokallah. selamat selamat Mas Aryo dan Istri. semoga kandungannya sehat selalu, dan lahir dengan selamat, tak kurang suatu apapun. kita senasib, saya juga harus nunggu 10 tahun baru kemudian dikaruniai momongan. Alhamdulillah anak saya sekarang 3, jagoan semuaa 😀

    Reply
  2. Renny Pemiliawaty

    June 20, 2015 10:47 am

    terharu bacanya….sampai sesek nahan nangis karena bacanya baru sempat pas dikantor….selamat ya jo….doakan saya bisa sukses juga ya….ini tahun ke 10 pernikahan saya…..dan ini sudah dititik bosan saya untuk berusaha….baca ini jadi ada semangat untuk memulai lagi…..trims share nya….Bismillah

    Reply
  3. ipunghernawati

    June 21, 2015 3:52 am

    selamat ya,semoga lancar lahirannya,sehat keduanya,mjd anak sholeh/sholehah
    sy menikah th. 2000, dulu saya menunggu 4 tahun tuk hamil anak pertama,wkt ke dokter kandungan setelah berbagai tes divonis harus bayi tabung
    suami sy memutuskan tdk ke dokter lg,pasrahkan sama Allah saja,itu di tahun kedua.
    singkatnya sy melakukan apa yg anda lakukan,th 2005 sy melahirkan anak pertama,kami memutuskan tdk kb,baru di tahun 2014 kami mempunyai anak kedua

    Reply
  4. agus jamhari

    June 25, 2015 10:21 am

    Alloh tidak pernah kehabisan cara untuk memberikan ujian kepada hambaNya yang dikasihiNya. Mas Aryo, saya terharu dengan kesabaran mas aryo, saya iri dengan istiqomahnya mas aryo dalam berusaha dan bermuhasabah. JIKA itu terjadi di diri saya, mungkin saya tidak akan seSABAR mas aryo..menyimak tulisan mas aryo…Alloh benar2 ingin melihat KUALITAS DIRI mas aryo pada titik yg Alloh kehendaki. Subahanalloh.

    Semoga Alloh senantiasa memelihara dan menjaga kesehatan istri dan janin anak mas aryo, dan kelahirannya akan menjadi anak yg Taat Kepada Alloh dan RasulNya, juga patuh kepada kedua orang tuanya.

    Reply
  5. Ria

    June 28, 2015 10:33 pm

    Tak sengaja baca tulisan ini kr ad teman yg share di fb. Penyemangat bagi saya pribadi yg setiap bln baru slalu mengharapkan keturunan, aplg setelah tau hasil lab dr salah satu diantara kami lemah. Sedih setiap mendengar kabar kerabat memdapat momongan, tp tulisan & comment ini membuat sy lbh mrasa blm apa2 tingkatan sabar nya. Mksh, share pengalaman2 bs membuat pembaca lbh menguatkan hati…

    Reply
  6. arief papah arsyad

    July 24, 2015 10:25 pm

    Mas aryo selamat ya…smoga semua lancar..kita pernah curhatan masalah ini waktu saya ke cirebon oktober 2014 karena kita punya crita yg sama dimana saya nunggu 12 thn dan dengan “power of ShIT’ alhamdulillah Allah m.emberikan am.anah seorang jagoan yg skrg sdh berumur 1,5 tahun..dan alhamdulillah Allah mengabulkan juga doa dan ikhtiar mas aryo dan istri… jaga dgn baik amanah-Nya ya mas…salam dr bpr kota bandung….

    Reply
  7. Tantan

    August 25, 2015 7:13 am

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِ segala puji hanya bagi Allah Ɣªήğ telah begitu banyak memberikan nikmat kepada kita semua. Terus terang tanpa sengaja saya menemukan tulisan Mas Aryo ini, Subhanallah Yaa Kariim (tanpa terasa air mata menetes dan dada ini terasa sesak), memang Allah SWT akan menguji hambaNya ª∂a̲̅ Ɣªήğ dengan gembira, sedih, waktu luang, waktu sempit,,,,,, Tapi itu semua insyaAllah ª∂a̲̅ jalan keluarnya, alur ceritanya akan baik karena Allah SWT adalah Dzat Ɣªήğ Maha Menepati Janji, terkhusus bagi orang-orang Ɣªήğ beriman. Jazakallohu Khoiron Katsiro Mas Aryo, sudah berbaik hati menyebarkan tulisan positif ini. Semoga janin dalam kandungan isteri mas, nantinya jadi anak Ɣªήğ sholeh, berakhlak baik, sehat, normal, bisa menjadi berkah bagi kehidupan Mas Aryo dan keluarga khususnya dan umumnya bagi Ɣªήğ lainnya. آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين

    Reply
  8. lia

    October 26, 2015 4:11 pm

    jd sedih baca nya..sy sudah 10 tahun menikah..blm di karunia anak..mudah”an allah merencanakan hal indah untuk sy dan suami sy..amienn

    Reply
  9. Ila

    September 22, 2016 6:16 am

    Subhanallah… kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Tuhan akan mengikuti saja apa yang manusia pikirkan mengenai Dia. Apapun prasangka manusia kepada Tuhan, Dia pasti mengikutinya. Kalau kita berpikir dengan keyakinan bahwa Tuhan pasti mengabulkan doa kita; terkabulah doa kita.

    Reply
  10. Arifin Budyanto

    October 30, 2016 8:09 pm

    Sudah hampir 6thn sy menikah dan belum juga diberikan kepercayaan sama Allah utk memiliki momongan.
    Kedokter sana sini,tes lab dll sampai habis puluhan juta masih belum juga di berikan.Sampai2 kami berdua pasrah dengan semua ini. Tetapi berusaha dan berdoa tetap terus kami jalani.
    Semoga tulisan Mas aryo menginspirasi saya utk lebih tawakal dan bersabar.

    Reply

Leave a Reply