Ibumu… Ibumu… Ibumu…

mekar berseriPeluklah ibumu, sekarang juga. Katakan betapa engkau mencintainya. Berterima kasih lah atas semua yang telah ia berikan kepadamu.

Cium ibumu. Basuh kedua kakinya. Pertanda baktimu kepadanya. Ingatlah pesan orang suci, ketika ditanya “kepada siapa aku harus berbakti?” Jawabnya, “ibumu… ibumu… ibumu”.

Sang Ibnu Umar pun pernah berkata, “sekali-kali tidak, Engkau tidak akan dapat membalas kebaikan ibumu walaupun satu desahan nafasnya”. Satu desah nafasmu saja tak mampu.  Lalu apa lagi?

Sayup-sayup kamu akan berdendang …

“Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibuIngin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu”

Airmata mu menetes perlahan… Karena kamu mencintai ibumu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *