Hari ini saya ada di Pekanbaru atas undangan seorang kawan yang mau membuka proyek properti. Saya ditunjukkan sebuah lahan dgn ukuran 26 x 36.
“Rencananya mau saya bangun 4 unit.”, kata kawan saya
“Gak sayang tuh? Kayaknya masih bisa dibikin 6 unit lho. Bikin jalan di tengah lebar 6m. Trus per kaplingnya 12 x 10. Bahkan kl berani 9×10 deh biar jadi 8 unit.”
“Lebih untung ya mas?”
“Ya belum tentu. Perlu dihitung dulu. Perhatikan juga ketentuan lahan minimal per kapling. Perhatikan juga peraturan lahan komersil berbanding lahan non komersil. Umumnya sih 60:40.”
“Oh ya, kata teman saya yg sdh action, 60:40.”
“Nah, perhatikan pula di sini kebanyakan jual luas tanah berapa? Kita pakai aja luas tanah yg umum dijual di sini.”
“Perlu survey kompetitor juga ya. Butuh waku dong mas?”
“Gampang, koran di sini yg paling banyak buat iklan properti ada kan? Liat aja dr koran.”
“Ya ya ya. Lebih simple ya mas.”
“Yup, kita kan bisnis, butuh berpikir CEPAT tp tdk terburu-buru.”
“Sekarang jajan durian dulu lah ya.”
“Waini yang menarik. Durian plus lemang. Mantabp dah. Tarik jabriiiix!”