Filosofi Fotografi


Ada 3 hal yang saya gemari di dunia ini. Kopi, fotografi, dan properti. Kali ini saya tidak menulis tentang properti atau kopi, tapi tentang fotografi. Fotografi itu seni melukis dengan cahaya, demikian kata guru-guru saya di @ranafotocom. Saya user Fujifilm Finepix S5000, Kodak M5222, Nikon D3000 kit + Tamron 70-300mm dengan bantuan software Picture Manager, Photoshop dan Photoscape.

  1. Tak perlu kamera mahal untuk dapat jepretan yang bagus. Kita belajar arti MODAL. #Fotografi
  2. Menemukan obyek untuk dijepret. Kita belajar arti PELUANG. #Fotografi
  3. Mendapatkan obyek yang bagus. Kita belajar arti MOMENTUM. #Fotografi
  4. Membidikkan kamera ke obyek. Kita belajar arti FOKUS. #Fotografi
  5. Hasil jepret yg tak sempurna, disempurnakan dgn software pendukung. Kita belajar arti BEKERJASAMA. #Fotografi
  6. Menempatkan obyek jepretan dalam frame dan komposisi yang tepat. Kita belajar arti MANAJEMEN. #Fotografi
  7. Dari puluhan bahkan ratusan jepret, hanya diambil bbrp gambar saja. Kita belajar arti KESUKSESAN. #Fotografi

Life is like a camera. Just focus on what’s important and capture the good times, develop from the negatives. (Terjemahan bebas : Hidup itu seperti kamera. Cukup fokus pada apa yang penting dan jepret saat-saat yang bagus, dan hasilkan dari negatifnya).

Btw, saya bukan fotografer profesional. Fotografi hanya sekedar hobi. Follow terus @AryoDiponegoro ya

About these ads

3 thoughts on “Filosofi Fotografi

  1. bisa aja nyambung2innya. salut dah. oiya mas, belajar di kenrockwell mas, ada rekomendasi2 lensa yang good, dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s