Pada cerita pertama saya survey properti perumahan bersubsidi di Tarakan. Kali ini cerita tentang kapling tanah. FYI, kapling tanah ini sedang marak-maraknya. Saudara saya sekaligus sahabat saya Mr. @HarryAfandy (follow twitternya ya) juga pelaku bisnis kapling tanah. Pak @PutuPutrayasa guru saya pun melakukan hal yang sama. Tapi ini cerita bukan tentang mereka, tentang kapling tanah di Tarakan.
Pelaku bisnisnya adalah saudara dari istri saya. Dia anak dari bude istri saya. Kami panggil Kakak. Ini di Tarakan, kalau di Jawa ya dipanggil Mas. Sebenarnya saya sudah tahu bahwa kakak kami ini bisnis properti kapling tanah di Tarakan. Tapi belum sempat kami bicara banyak tentang metodenya dia.
Saudara saya ini membeli lahan seluas 1 ha. Dia beli bertahap. Saya tidak detil tahu berapa lamanya, tapi dia waktu itu tunjukkan banyak kwitansi pembayaran sebesar 3 – 5 juta. Kemudian dia kapling-kapling sesuai ukuran. Masing-masing kapling seluas 200m2. Dan dijual hanya 5 juta saja. Sertifikat? Hanya sertifikat setingkat Camat. Sah!
Coba deh perhatikan foto di artikel ini. Apa yang aneh?
- Itu brosur tanpa harga jual dan tata cara pembayaran. Bandingkan dengan brosur-brosurmu deh. Karena kekuatannya bukan di tulisan, tapi di PERSONAL siapa yang menjual.
- Itulah brosur pemasarannya. KANAN kan?! Tapi laku keras tuh. Laku keras karena dia menjual kepada JARINGAN dia. Jaringan dia tentunya sudah TRUST kepada saudara saya ini.
- Gambar siteplan tidak skalatis, jelas tidak dibuat dengan CAD atau sejenisnya. Ya, ini dibuat dengan Corel. KANAN MENTOK! Untung lahannya kotak-tak. Kalau mencong-mencong, pasti bakal panggil drafter. Artinya dalam bisnis yang kita butuhkan adalah KECEPATAN.
Pelajaran yang dipetik untuk SUKSES bisnis properti modal kecil adalah WHO ARE YOU, TRUSTED NETWORK dan SPEED! Sekarang Anda sudah sampai mana?
Follow terus @AryoDiponegoro
Hehehehe Top:-) Loveful Indonesia Propertylover
Great,, tq.