Mertuaku, Jago juga di Properti


Lebaran kali ini, saya dan keluarga mudik ke Tarakan. Ini kali kedua saya berkunjung ke Tarakan. Kunjungan pertama kisaran tahun 2007 alias 5 tahun yang lalu. Dan ini merupakan kali pertama saya berlebaran di Tarakan. Merasakan kehebohan lebaran di sini yang konon kata istriku seru banget, lebih seru dari lebaran kami di Jogja.

Bukan masalah lebaran yang menarik untuk diceritakan di blog saya ini. Apalagi bila bukan properti. Setelah sekian lama menikah, baru beberapa tahun terakhir ini saya menyadari bahwa mertua saya itu jago di properti.

Lihat foto, ada 3 dari 4 kios yang dimiliki mertua saya

Beliau punya 4 kios disewakan masing-masing 10juta, 16juta, 18juta dan 18 juta. Total 62juta. Kalau dibagi rata tiap bulan, mertua saya memiliki pasive income dari properti 5 juta tiap bulan. Lumayan untuk menikmati masa-masa pensiun. Apalagi beliau tinggal berdua saja dengan istri. Semua anak-anaknya sudah mentas.

“Dulu semua kios dibangun dari kayu. Kayu kalimantan terkenal kuat. Tapi sekarang 2 kios dibangun dengan batu bata dan beton”, kata Bapak mertua saya. Ketika mertua saya masih bekerja, beliau menyisihkan penghasilannya untuk membangun kios-kios tersebut. Kira-kira tahun 80an.

Oh ya, rumah mertua saya ini sederhana saja. Berbahan kayu ulin yang kokoh. Tidak tampak bahwa kemewahan walau saya yakin dengan pasive income sebesar itu tanpa tanggungan siapapun kecuali istri, pasti bapak mertua saya mampu. Apalagi anak-anaknya sudah mentas semua. Giliran jatah setor ke boss alias nyak babehnya. ^_^

Ada beberapa hal yang saya petik dari mertua saya tentang properti

  • Properti bisa menjadi Mesin Kas alias Property Cash Machine. Untuk ilmu modernnya, silahkan belajar kepada Joe Hartanto.
  • Sukses itu adalah proses. Untuk mencapai pasive income sekarang, ternyata mertua saya sudah merintisnya sejak tahun 80an. Tidak ujuk-ujuk punya, tapi berproses. Dari kecil menjadi besar.
  • Kaya itu boleh, tapi hidup sederhana itu harus. Mertua saya ini benar-benar sederhana. Rumahnya sederhana, kendaraannya hanya sepeda motor, tidak neko-neko punya keinginan ini itu. Kadang saya berkaca, baru punya uang sedikit udah beli blackberry, ipad, mobil. ^_^
  • Dan yang pasti properti itu warisan TERBAIK. yeeehaaa.

So… Jangan tunggu beli properti, tapi beli properti dan tunggu. Properti memang mahal, tapi lebih mahal bila tak segera beli properti. Minimal, pelajari tentang seluk beluknya. See ya

Follow terus @AryoDiponegoro | Penggiat BISNIS dan PROPERTI serta penggemar KOPI TUBRUK. Owner Yuk Bisnis Properti -ยป YukBisnisProperti.org | Komunitas Bisnis Properti Terbesar di Indonesia

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s