1. Nal yang Pertama : EMOSIONAL
Rasa senasib dan sepenanggungan menjadikan manusia-manusia hidup berkelompok. Bahkan akhirnya berbisnis. Rasa senasib dan sepenanggungan ini adalah wujud emosional.
Emosi yang negatif : marah, dendam, dengki, akan membuat kelompok manusia
tercerai berai.
Pernahkah mendengar :
“Saya MARAH sama kamu, makanya saya BISNIS dengan kamu!”
Atau
“Karena IRI DENGKI saya, maka BISNIS saya lancar, omzet kita besar!”
Rasanya kok jarang banget ya.
Emosional dalam kategori positif : kebersamaan, gotong royong, kekeluargaan,
saling mencintai, tumbuh kembang bersama and so on.
Right?!
2. Nal yang Kedua : PROPOSIONAL
Emosional ternyata tak cukup. (Baca : KANAN saja tak cukup). Tentu saja
diperlukan PROPORSIONAL baik dalam tugas, wewenang, jatah porsi.
Yang punya modal, biarkan uang bekerja untuknya. Yang punya kemampuan, biarkan kemampuannya bekerja untuknya. Yang punya link, biarkan linknya yang bekerja. Yang jatahnya kecil, mendapat pekerjaan yang kecil. Proposional ini rasional kok.
3. Nal yang Ketiga : PROFESIONAL
Proporsi yang “seimbang” pun tak cukup. Bisnis harus tumbuh berkembang menjadi profesional.
Awalnya usaha pribadi, setelah maju, gunakan badan hukum. Awalnya bekerja
sendiri, kemudian hire manajemen dan pegawai. Awalnya pencatatan sederhana, sekarang gunakan akuntansi standar.
Well, menjadi maju itu fitrah. Menjadi profesional itu fitrah.
AD | salamBERBAGI
I like it ….thank mas Aryo
Betul sekali master…
Sesuai haditz… Serahkan pekerjaan pada ahlinya…mungkin bisa di artikan proporsional…
“Well, menjadi maju itu fitrah. Menjadi profesional itu fitrah”.
Suka dengan penutupnya!
Tulisan bagus untuk yang mau mulai berbisnis, saya salah satunya. Terimakasih sudah diingatkan.
Wah Pak, kalau boleh menambahkan, saya ingin tambahkan satu lagi =>
Impian gaNAL…. hehhe tapi itu make Bahasa Banjar, maksudnya Impian yang besar… Kalau impiannya kecil, bisnisnya jadi malas2an…………
Hehehe
Salam Sehat dan Sukses
akan saya ingat 3 NAL ini, emosional, proposional dan profesional untuk membangun bisnis, terima kasih mas Aryo