Seminggu ini, saya mengamati beberapa lokasi perumahan di Cirebon. Sehubungan dengan adanya RED Academy edisi Bootcamp, jadi ya agak terpaksa mengamati pergerakan pasar. ^_^
Bersaing di harga seringkali menjadi acuan dalam memenangkan kompetisi pasar. Namun, sebenarnya tidak mutlak 100%. Misalkan ada harga 140 di jalur utama, kemudian kita bikin spek yang sama dengan harga 120. LOGIKA HARGA.. LAKU!!! LOGIKA CICILAN, tunggu dulu.
Cicilan 140 = 1,495jt selama 15 tahun. Sedangkan cicilan 120 = 1,282jt selama 15
tahun dengan asumsi bunga sebesar 9,9%. Artinya, hanya selisih 200rb saja/bulan. Dan penghasilan konsumen untuk pasar tersebut berkisar di 4 – 7 juta. Penghasilan berkisar angka tersebut, sepertinya tidak mempermasalahkan perbedaan 200rb asalkan mereka memperoleh sesuatu yang lebih. Toh mereka membeli senilai 140 di jalur utama bukan?
Hal ini pernah saya alami di Jogja. Ketika itu kami menjual di harga
79jt. sedangkan kompetitor dijual 82jt. 4 juta lebih mahal + lokasi yang lebih
dekat dengan akses. walhasil, kamipun terpaksa menunggu kompetitor habis, baru bisa running jualan lancar.
Bagaimana dengan proyek Anda?
AD | salamAKSI, salamBERBAGI
membuka logika berfikir saya. thanks bro
Sharingnya bagus mas. Saya menyimak dengan seksama.
tambahan wacana dari pak aryo emang muantuap…
Tips bisnis yang sesuai realitas bro… simple but big impact