Sebelumnya perlu pemahaman antara Bisnis Properti dgn Investasi Properti. Bisnis Properti adalah berbisnis dengan obyek jual adalah properti. Investasi Properti adalah memiliki properti dan mengharapkan kenaikan harga properti.
Rumah petak itu kan Bisnis Properti? Bukan! Itu Investasi properti, bisnisnya – Rental Properti. Kost-kostan itu Bisnis Properti? Bukan! Itu Investasi Properti, bisnisnya Sewa Kamar/Kost2an. McDonald mengaku bisnis properti karena Investasi propertinya melebihi keuntungan bisnis fastfoodnya.
Semoga pemahaman di atas bisa menjadi dasar pengertian untuk kita semua.
Berikut Jenjang Level Bisnis Properti. Saya membagi menjadi 5 Strategi dasar.
- Strategi #1. DotKom – Sedot Komisi. Menjadi seorang agen properti yg berdiri sendiri.
- Strategi #2. Flipper – Membeli properti kmdn menjualnya kembali dgn harga baru.
- Strategi #3. 3M – Anda MEMBELI, Anda MERENOVASI, Anda MENJUAL kembali.
- Strategi #4. Circle K – Kapling! – Anda membeli lahan, membaginya menjadi kapling2 kecil dan menjualnya.
- Strategi #5. Developer – mirip dengan strategi #4, hanya saja Anda menambahkan bangunan (rumah, ruko, gudang dll) di atasnya.
Apakah harus urut untuk mencapai strategi #5? Tidak harus! Otak kanan tidak harus urut. Boleh acak!
Strategi mana yang akan Anda mainkan? Sudah di Level Strategi manakah Anda skrg?! Semoga bermanfaat!
Aryo M. Diponegoro
MotivACTor | Entrepreneur | Author
Follow @aryodiponegoro
Woww..Saya pasti jd the next om AryoDiponegoro!!
Developer dahsyaaatt!
Great Inspiration.
Terimakasih Mas Aryo..
Seneng banget liat rekan-rekan sangat bersemangat. Thank’s Mas Aryo buat artikel-artikelnya. Sementara ini aku cuma jadi pemerhati milis aja.
Trimakasih mas, artikel ini membantu sekali bagi saya yang baru mau memulai berkecimpung di bidang ini. Saya mau tanya nih mas, untuk masing-masing level itu resikonya apa2 saja mas? Trimakasih…
Pingback: Tanya Jawab : Punya Tanah 500m2 jadi RUKO tanpa MODAL BESAR «
Mas mhn petunjuk.
Ada org yg memiliki tanah sendiri kemudian datang kepada saya untuk dibuatkan rumah tapi dengan metode KPR yakni dia akan mencicil ke bank mengikuti ketentuan KPR. Tapi biaya bangunan saya yang nanggung. Dan semua urusan ke bank sya yang ngurusnya. Nah posisi saya sebagai apa ya mas. Bagaimana hitung2 an keuntungan buat saya. Trima kasih atas share nya.