Bisnis Ibarat Nikah


Bisnis dengan Nikah tentu saja berbeda. Bisnis untuk mencari penghasilan, sedangkan Nikah untuk menyempurnakan agama. Namun dalam beberapa pemikiran, saya melihat beberapa kesamaan atau kemiripan.  Yang pasti keduanya sama-sama memberikan kenikmatan di dunia dan Insya Allah di akhirat.

Itulah mengapa judulnya bukan Bisnis = Nikah namun Bisnis “Ibarat” Nikah. IBARAT berarti SEPERTI. Tidak sama persis. Penggunaan kata ini agar tidak memberikan persamaan yang mutlak.  Simak saja beberapa kemiripannya ya.

  1. Bisnis gak perlu pengalaman. Masak mau nikah ditanyain, “sudah pengalaman nikah?”. Mau bisnis juga gak ditanyain. Action aja! Right?
  2. Untuk mengenal  calon pasangannya musti ada ta’aruf dulu. Penjajagan dulu. Gak mungkin ujug2 kawin! Right? Sama dengan bisnis, musti ada penjajaga dulu dengan mitra bisnis. Right?
  3. Bisnis sekedar making money, ibarat nikah sekedar making love. Ada nilai ibadahnya juga lho. Right?
  4. Bikin bisnis banyak cabang, ibarat nikah banyak anak. Banyak rejeki, right?
  5. Punya banyak anak, banyak menantu, banyak silaturahmi, banyak cabang, banyak rejeki. Makin mantab! Right?
  6. Nikah dicatat di KUA ibarat dicatat dalam perjanjian kerjasama di notaris. Right?
  7. Harus punya properti untuk tempat tinggal, ibarat bisnis punya kantor lah! Right?
  8. Penghasilan keluarga harus didistribusi untuk biaya pokok, operasional, investasi dan tabungan. Right?!
  9. Ada kepala keluarga, ada kepala rumah tangga, ada anak-anak, ada pembantu. Mirip struktur organisasi, right?
  10. Kayak di rumah, banyak kamar, banyak ruangan, artinya banyak fungsi dalam bisnis, ada manajemen, marketing dll. Right?
  11. Bisnis dan Nikah harus punya visi misi! Right?

Gak cuma saya yang memiliki pemahaman Bisnis Ibarat Nikah. Beberapa sobat twitter saya juga memiliki pemahaman yang sama. Simak nih :

  1. Konsep SWOT dalam berbisnis juga berlaku untuk membina rumah tangga, aplikatif dari SAMAWA
  2. Teamwork sangat penting untuk membesarkan anak, sama juga dgn membesarkan bisnis
  3. Dengan membina rumah tanggalah,pintu rezeki untuk berbisnis akan terbuka lebar, nikah membuka pintu rezeki.
  4. Ada ahli waris, baik dalam berbisnis maupun berumah tangga
  5. Punya “anak” kalau diurusnya bener bisa bikin rezeki banyak , kalau diurusnya salah bikin bangkrut
  6. Ada yang legal ada yang ilegal. Dan pastinya yang legal bikin hati nyaman, lebih menguntungkan, daaan enaak..
  7. Rumah tangga harus memiliki tujuan dan arah kedepannya, seperti “GOAL” dalam berbisnis
  8. Suami istri ibarat pasangan bisnis yang harus selaras. Biar jalannya lancar..;)
  9. Konflik pasti ada saat berumah tangga, disaat itulah muncul solusi, manajemen konflik di bisnis.

Oke, menikah memang sakral. Pengibaratan ini bukan untuk meruntuhkan kesakralan makna pernikahan. Saya hanya mencari persamaannya saja. Tujuannya bahwa ingin mengatakan bahwa bisnis itu mudah dipahami dengan mengibaratkan kepada sesuatu yang ada dan terjadi di sekitar kita.

So, what do you think. Is that right?

Follow Twitter @aryodiponegoro

About these ads

4 thoughts on “Bisnis Ibarat Nikah

  1. enakan Bisnis dulu or nikah dulu ya pak :-)

    JAWAB
    yang gak enak itu gak bisnis ama gak nikah

  2. right, right , right ……sama enaknya, sama nilai2nya bahwasanya didalam kedua hal ini ada nilai2 hidup secara universal yg sama….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s