Salah satu yang kerap kali menghambat calon pemain bisnis developer properti adalah kerjasama perbankan. Padahal jangan khawatirkan bank. Khawatirkanlah penjualan.
Selama kita maju ke Bank dengan membawa lokasi dan setumpuk berkas konsumen, Bank pasti akan mendukung program KPR Anda. Karena Bank membutuhkan dana KPRnya tersalurkan. Bukan butuh tambahan lokasi! ^_^
Ceritanya begini. Beberapa waktu lalu saya maju ke salah satu bank di Jogja. Saya menceritakan pengalaman saya sebelumnya. Dengan tujuan agar lokasi yang saya bawa itu mendapat kerjasama dengan bank tersebut. Apa kata bank?
“Mas, yang penting buat Bank sertifikat pecah dan IMB”
Glek. Pengalaman saya tidak diperhitungkan. Namun salah satu alumni Yuk Bisnis Properti yang membuka lokasi di Karanganyar Solo, dia memberanikan diri ke bank – tanpa pengalaman developer sekalipun – namun dia membawa 30 berkas konsumen. Finally, salah satu bank bersedia bekerjasama dengan pola KPR inden. Pencairan 70% pada saat pondasi jadi. Wow…
Sekali lagi, jangan khawatirkan Bank. Khawatirkan penjualannya…
Jadi, Anda sudah jualan berapa unit hari ini ?
Salam kenal mas aryo,
Btw, trik marketingnya boleh di sharing donk…
Terima kasih
Wawan
bank nya pake apa mas? saya sudah siap 18 konsumen kira2 diarahkan bank mana? mengingat harga jual 85juta
budi sby
bisnis property menarik jg tapi sya teringat fatwa ulama sedunia bahwa bunga bank haram (riba), dan kita yg bekerjasama dgn bank tersebut tentunya masih meragukan ttg keuntungan yg akan diperoleh apakah halal? sya jg masih awam ttg hukum agama islam, terimakasih.